Guru Honorer di NTT Bertahan Hidup Jadi Ojol Hingga Juru Parkir Selain Mengajar

- Jumat, 25 November 2022 | 17:51 WIB
Sejumlah guru di Kabupaten Alor merayakan hari guru nasional, Jumat (25/11/2022).  (Facebook AMW)
Sejumlah guru di Kabupaten Alor merayakan hari guru nasional, Jumat (25/11/2022). (Facebook AMW)

KUPANG, VICTORYNEWS - Tenaga pendidik seperti guru honorer di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi berbagai dilema antara memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bertahan mengajar siswa. 

Tidak sedikit para guru di NTT yang merambah profesi lain di sela aktivitas mengajar mereka dengan menjadi ojek online (ojol) hingga menjaga parkir dan berjualan di pasar.

Ketua Umum Forum Guru dan pegawai Honorer Kota Kupang, Saka Nenosaban, mengungkapkan ini Jumat (25/11/2022) bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.

Baca Juga: Tengkorak Manusia di Lasiana: Sang Anak Ungkap Hal Memilukan

Minimnya kesejahteraan dari guru honor menjadi kenyataan yang dihadapi karena memang upah untuk jerih lelah mereka bergantung dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima tiga kali dalam setahun.

"Ini memang dilema dan ini tanggung jawab kita untuk mengabdi kepada anak-anak," sebutnya.

Tidak sedikit dari guru honorer yang dikenalnya memang harus berjualan di kantin, menjadi ojol. Ada yang menjadi loper koran, menjaga lahan parkir dan juga menjual kebutuhan-kebutuhan dapur dan rumah tangga di pasar.

Ia menyebut pemerintah bisa melakukan survei lebih luas untuk mengetahui kondisi ini agar menjadi acuan dalam membuat kebijakan.

Baca Juga: Berikut Ini 4 Pemain Pembuat Gol di 4 Edisi Piala Dunia, Siapa Mereka

"Pemerintah tidak melihat ini," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kantor Imigrasi Kupang Deportasi 6 WNA Asal India

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:39 WIB

Rayakan HUT ke-42 Satpam, Begini Pesan Kapolda NTT

Senin, 30 Januari 2023 | 21:11 WIB

SIMAK! Ini Total Imigran yang Diawasi Rudenim Kupang

Senin, 30 Januari 2023 | 21:00 WIB
X