KY Kanwil NTT Siap Bantu Pendaftaran Calon Hakim Agung

berbagi di:
598a6289-8c2f-4e64-9c61-2dc87aa84a0e
Kekson Salukh

Komisi Yudisial (KY) Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap membantu proses pendaftaran calon hakim Agung.

Kepala KY Kanwil NTT Hendrikus Ara mengatakan, hal itu menindaklanjuti surat Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial Nomor 7/WKMA-NY/SB/2/2021 yang diterima oleh Komisi Yudisial RI Tanggal 9 Februari 2021 tentang pengisian jabatan Hakim Agung.

Hendrik mengatakan dalam surat itu merincikan kebutuan hakim agung sebanyak 13 orang yang terdiri dari dua orang hakim agung untuk kamar perdata, delapan orang untuk kamar pidana, satu orang untuk kamar militer, dan dua orang untuk kamar tata usaha negara khusus pajak.

Untuk mengisi jabatan yang lowong itu, jelas alumni fakultas Hukum UKAW Kupang itu, Komisi Yudisial mengundang putera-puteri terbaik Indonesia untuk menjadi panglima hukum dengan mengikuti seleksi Calon Hakim Agung, baik melalui jalur Hakim Karir maupun melalui jalur non karir.

“Jalur non karir bisa diisi oleh akademisi dan praktisiĀ  dengan latar belakang sarjana hukum. selain pendaftaran oleh calon, organisasi masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mendaftarkan calon yang diusulkan. Persyaratan lengkap dapat diakses di website komisiyudisial.go.id,” melalui rilis yang diterima VN, Rabu, (3/3) siang

Ia melihat SDM dari NTT sangat potensial dan memiliki kapasitas untuk menjadi Hakim Agung, lantaran NTT memiliki Perguruan Tinggi dengan banyak doktor dan guru besar di bidang hukum sehingga orang NTT juga mesti bertarung dan menduduki jabatan strategis bidang hukum di level nasional.

Untuk pendaftaran, kata dia, hanya dilakukan secara online melaui situs rekrutmen.komisiyudisial.go.id mulai tanggal 1 MaretĀ – 22 Maret 2021. Karena dalam masa pandemi Covid-19, maka proses seleksi akan dilakukan secara online, hanya tahapan kesehatan dan wawancara yang akan dilakukan secara langsung. Calon yang postif Covid-19 bisa diwawancarai secara online.

“Calon bisa mendatangi Kantor Komisi Yudisial NTT atau menghubungi nomor kami melalui nomor telepon untuk dibantu pendaftaran dan petunjuk lainya,” tambahnya. (bev/ol)