Labuan Bajo jadi Prioritas

berbagi di:
1

 

 

Presiden Jokowi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda NTT Ben Polo Maning dalam HUT PUPR menegaskan infrastruktur Indonesia masih kalah dengan negara lain. Pada proyeksi pembangunan 2020, Labuan Bajo di Kabupaten Manggrai Barat mendapat prioritas pembangunan destinasi wisata.

Presiden mengapresiasi kerja keras PUPR dalam mencapai target pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan angka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 seperti jalan tol, bandara, pelabuhan untuk mendukung tol laut, pembangkit tenaga listrik dan bendungan.

Infrastruktur dasar pedesaan pun menjadi perhatian serius Pemerintah misalnyasaluran air bersih, jalan desa, perbaikan saluran irigasi dan embung, hingga ke wilayah terisolir dan daerah perbatasan.

“Lima tahun terakhir ini kita telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran seperti bandara, pelabuhan, bendungan dan Infrastruktur desa,” sebutnya.

Dibandingkan dengan negara lain Indonesia masih tertinggal yakni di posisi 71 dari 140 negara dalam hal pembangunan infrastruktur. Di tingkat ASEAN , daya saing infrastruktur Indonesia berada di posisi 5, kalah dengan Thailand, Brunei, Malaysia dan Singapura.

“Saya minta seluruh jajaran pemerintah untuk bersinergi, mulai dari pusat sampai daerah untuk duduk bersama-sama menyepakati mana tanggung jawab pemerintah pusat, mana tanggung jawab pemerintah provinsi serta mana tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu

Ada lima daerah yang menjadi prioritas pembangunan infrastruktur untuk mendukung pariwisata, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Kawasan Tengah, Kawasan Mandalika di NTB, Kawasan Labuan Bajo di NTT dan Kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara.

“Sekali lagi, harus berdampak pada kenaikan kelas UMKM, pengembangan pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor,” demikian Presiden.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa infrastruktur tidak hanya untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Lima tahun ke depan (2019-2024) pemerintah akan melanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1.000 embung, 500.000 hektare jaringan irigasi baru, 2.500 km jalan tol dan 60.000 km jalan baru. Lalu meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak dari persampahan menjadi 80%, melanjutkan Program Sejuta Rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hari Bhakti PUPR NTT dirayakan secara sederhana menggelar berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, anjangsana ke Panti Asuhan Puri Bunda Manulai 2 dan Pati Asuhan Alma TDM.

Kegiatan sosial lainnya adalah jalan santai sambil pungut sampah plastik dari kantor Dinas PUPR hingga kantor gubernur, tanam anakan kelor di halaman kantor Dinas PUPR dan tarik tambang. (mg-18/mg-01/S-1)