Lakalantas di Timor Raya, Sopir Angkot Tewas

berbagi di:
xilustrasi-lakalantas-630x330-jpg-pagespeed-ic-zxa15fea39

 

 

Rafael L. Pura

Tabrakan keras antara angkutan kota (angkot) “Dwika” DH 1790 HA dengan sebuah mobil Avanza DH 1233 ZA di Jalan Timor Raya, sekitar cabang masuk pantai wisata Lasiana, Sabtu (23/3) malam, menyebabkan sopir angkot, Dion Naitboho (26) tewas di lokasi kejadian.

Pengemudi Avanza, Fauzi Mbatu (45) tak mengalami luka-luka, namun salah seorang penumpang Avanza, Hanifa Ataher (31) mengalami patah tangan kanan dan lecet di pelipis.

Korban tewas, Dion Naitboho adalah warga Kelurahan Lasiana, Kota Kupang. Sedangkan pengemudi mobil Toyota Avanza, Fauzi Maibatu adalah warga Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang.
Kasat Lantas Polres Kupang Kota, Iptu Rocky Junasmi mengatakan itu kepada wartawan, Minggu (24/3) kemarin.

Menurut Iptu Rocky, pengendara Avansa, Fauzi Mbatu adalah seorang pekerja swasta, warga Jalan Waingapu, RT 1/RW 1, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. Sedangkan angkot yang dikemudikan korban Dion Naitboho ada memuat dua orang namun belum diidentifikasi oleh polisi. Saat itu angkot yang dikemudikan Dion Naitboho melaju dalam kecepatan tinggi dari arah Tarus menuju arah Oesapa. Sedangkan mobil Avansa yang dikemudikan Fauzi melaju dari arah berlawanan.

Setibanya di lokasi kecelakaan, angkot melambung lalu oleng dan terbalik. Sementara mobil Avanza yang melaju dari arah berlawanan menabrak angkot yang terbalik itu. Sopir angkot meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Sedangkan sopir Avanza tidak mengalami cedera.

“Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Leona untuk diambil tindakan medis,” ujarnya.

Iptu Rocky menambahkan bahwa personel Satlantas langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan olah TKP.

“Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Kupang Kota sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” ujarnya.

Polisi juga sudah mengamankan kedua mobil yang tabrakan tersebut sebagai barang bukti. Berdasarkan olah TKP oleh Unit Laka di TKP, Aipda Alex Amung yang ditemani rekannya Bripka Gunawan Sali, dugaan sementara pengemudi angkot lalai sehingga terjadi tabrakan. Ini terlihat dari kondisi kendaraan, posisi kedua kedaraan, hasil pengukuran, bekas goresan di aspak dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

“Itu analisis sementara sambil kita lihat perkembangannya dari saksi-saksi,” kata Alex Amung.

Jika bukti-bukti mendukung bahwa kelalaian ada pada sopir angkot (mikrolet), maka kasus ini akan ditutup. Sebab, pengemudi angkot meninggal dunia. Namun, jika kelalaian ada di sopir Avanza, maka kasusnya diproses hukum
sesuai aturan yang berlaku.

“Nanti akan dilihat di TKP dan kronologis kejadian. Kalau posisi mobil mikrolet yang lalai berarti kasusnya dihentikan dan sebaliknya kalau pengendara mobil Avanza yang lalai berarti proses hukum tetap berjalan,” jelas Alex.

Sementara itu sopir Avanza, Fauzi di lokasi kejadian, mengatakan, ia mengendarai mobilnya dari arah Kupang, dan mendadak muncul mobil mikrolet (angkot) dengan kecepatan tinggi yang melambung sebuah sepeda motor. Angkot itu terbalik dan terseret ke jalur kanan sehingga ia tidak bisa menghidar walaupun pada saat yang bersamaan dia sudah menginjak rem mobilnya.

“Dia lari kencang, melambung sehingga terbalik lalu terseret lalu hantam kendaraan saya,” ujarnya.

Pantauan VN di lokasi kejadian, sopir angkot meninggal dunia di tempat. Sopir bernama Dion Naitboho itu berasal Oenlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Sedangkan kondisi Fauzi beserta istrinya tampak trauma meski keduanya selamat dari tabrakan maut itu. Sedangkan dua mobil yang tabrakan itu sudah diamankan di kantor Unit Laka SatLantas Polres Kupang Kota di Jalan Nangka, Kelurahan Oebobo. (mg-03/mg-20/D-1)