Lakalantas Maut Telan Dua Korban Jiwa

berbagi di:
ilustrasi lakalantas

 

 

 

Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kembali terjadi di ruas Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Kantor Lurah Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (6/8). Terjadi tabrakan maut antara sepeda motor Honda Beat dengan Honda Vario yang menyebabkan pengendara sepeda motor Honda Beat, Kiki Fahrudiansysh (20) yang berboncengan dengan Feri Irawan meninggal dunia.
Selain korban jiwa, pengendara Honda Vario bernama Akir Nityono (21) yang berboncengan dengan Obet Imanuel Selan (19) mengalami luka ringan dan lecet pada tangan dan kaki.
Kepala Satlantas Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi menjelaskan, kronologis kejadian bermula sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Kiki Fahrudiansysh (20) yang berboncengan dengan Feri Irawan melaju dari arah Pelabuhan Tenau menuju Terminal Kupang dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Setibanya di depan kantor Lurah Namosain, motor Beat tersebut kehilangan kendali sehingga terjatuh dan terseret ke jalur kanan. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan, melaju Honda Vario yang dikendarai oleh Akir Nityono (21) yang berboncengan dengan Obet Imanuel Selan (19). Tabrakan tak dapat terhindarkan.

Akibatnya, pengendara Honda Beat Kiki Fahrudiansysh (20) dan orang yang diboncengnya, Feri Irawan mengalami luka parah. Sementara Akir Nityono (21) yang berboncengan dengan Obet Imanuel Selan (19) mengalami luka ringan.

Warga setempat yang memadati lokasi langsung membawa kedua korban yang mengalami luka berat tersebut ke rumah sakit terdekat. Namun, sekitar pukul 08.00 Wita, kedua korban menghembuskan nafas yang terakhir karena mengalami pendarahan dan cedera berat pada bagian kepala.

“Kami telah membuat laporan terkait kasus lakalantas ini dan sudah melakukan olah TKP, serta mengidentifikasi para korban dan dua orang korban meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya hanya mengalami luka ringan,” ungkap Rocky.

 

Tidak Mengenakan Helm
Kedua korban yang meninggal dunia tersebut, lanjut Rocky, akibat tidak mengenakan helm sehingga saat keduanya terjatuh, kepalanya terbentur ke badan jalan. Benturan keras tersebut menyebabkan terjadi perdarahan serius pada bagian kepala yang menyebabkan kedua korban tidak tertolong.
Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dalam berkendaraan di jalan raya, serta wajib menggunakan pelindung kepala (helm) sehingga dapat melindungi kepala pada saat terjadi benturan.

Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso dalam acara pencanangan Tahun Keselamatan Manusia pada tahun 2017 dan 2018 di Mapolres Kupang Kota, belum lama ini, mengimbau masyarakat NTT agar senantiasa menjaga keselamatan melalui tertib dalam berlalu-lintas di jalan raya.

“Saya meminta semua masyarakat NTT untuk bersama menekan angka lakalantas, dengan meningkatkan waspada ketika mengemudikan kendaraan dan menghindari aksi ngebut di jalan raya dan jauhi miras serta patuhi aturan lalu-lintas,” pinta Sabar Santoso.

Terkait dengan hal ini, lanjut Sabar Santoso, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan untuk senantiasa mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan saat berkendaraan di jalan raya.

“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas melalui berbagai aksi nyata, baik sosialisasi, kampanye, dan serta giat operasi dan penindakan tilang, dan semuanya berjalan efektif,” katanya.

Polda NTT, lanjutnya, akan terus meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat untuk menekan angka lakalantas.
Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon CN mengatakan hal senada. Ditegaskannya bahwa secara nasional tahun 2017 dan 2018 menjadi Tahun Keselamatan Manusia.

“Saya tegaskan kepada semua masyarakat Kota Kupang, khususnya pengguna jalan raya, baik pejalan kaki ataupun pengguna kendaraan agar selalu berhati-hati dalam mengendarai kendaraan dan wajib mematuhi aturan lalu lintas,” jelas Anthon.

Dalam mendukung program Presiden sebagai tahun keselamatan manusia, maka pihaknya terus melaksanakan giat patroli dan penindakan tilang di jalan raya.

“Kami rutin melakukan berbagai aktivitas dan giat operasi dan tilang di jalan raya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas,” ungkap Anthon. (tia/H-2)