Lampu Lalu Lintas Oebobo Menyala Sebagian

berbagi di:
img-20200115-wa0006

 

 

 

Putra Bali Mula

Lampu lalu lintas di salah satu pertigaan
di Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tidak berfungsi dengan baik selama beberapa bulan terakhir.

Lampu lalu lintas dari arah Kantor Pertamina NTT Jl. W.J. Lalamentik menuju Gua Lordes Jl. Cak Doko misalnya hanya menyala pada lampu tanda berhenti berwarna merah. Sementara pada lampu tanda hati-hati dan lampu tanda untuk jalan sama sekali redup.

Sedangkan lampu lalu lintas pada arah sebaliknya, Jl. Cak Doko menuju Jl. W.J. Lala Mentik dan Jln Suprapto mengalami kejadian berlawanan. Lampu lalu lintas di pertigaan dari arah Gua Lordes menuju Kantor Pertamina NTT dan Kantor BPS NTT ini justru mati pada lampu tanda berhenti dan hanya menyala pada lampu hijau tanda jalan.

Sementara lampu merah dari arah Kantor BPS NTT redup sama sekali pada ketiga lampu tanda sehingga pengendara dari arah tersebut cenderung tidak berhenti dan memilih berhati-hati melaju.

Kondisi lalu lintas di pertigaan tersebut pun tidak teratur, pasalnya para pengendara dari ketiga arah tersebut cenderung melanjutkan perjalanan dan mengatur jarak agar tidak berpapasan di pertigaan tersebut.

Pengamatan VN di lokasi, para pengendara dari arah Pos Indonesia maupun Gua Lordes ke arah Kantor Pertamina Kupang di Jl. W.J. Lalamentik maupun ke arah BPS NTT di Jl. Suprapto juga sama sekali tidak berhenti saat melewati pertigaan tersebut.

Noni Selan alias Pato, salah satu pemilik bengkel di sekitar pertigaan tersebut menyebut kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

“Sudah lama rusak tapi begitu-begitu saja, ada enam bulan kalau tidak salah. Sudah lama. Ada yang lampu hijau saja yang menyala, ada yang lampu merah sendiri yang menyala,” kata dia.

Berbeda dengan kondisi di Oebobo, pertigaan di Oepura yang mempertemukan pengendara dari arah Sikumana, Tofa dan Oepura ini berfungsi dengan baik karena baru dipasang dua bulan terakhir.

Namun begitu lampu tanda berhenti bagi para pengendara dari Jl. Jenderal Soeharto, Oepura, cenderung membuat jarak antrean kendaraan lebih dari 40 meter terutama di jam-jam sibuk.

Anton Benu, salah satu pengunjung Alfamart Oepura yang mendapati kemacetan siang tersebut menilai perlu adanya pelebaran jalan atau penetapan satu jalur di jalan pada tiga persimpangan ini.

“Pokoknya begitu atau bagaimana nanti bisa disiasati karena sekarang kendaraan sudah banyak sekali,” ungkapnya. (bev/ol)