Larangan Bernada Makian Belum Mampu Atasi Sampah Di Jalur 40

berbagi di:
img_20200601_231706

Tampak papan larangan bernada makian di sekitar jalur 40, namun tak tak dihiraukan warga. Sampah masih saja dibuang di lokasi tersebut. Foto: Yapi/VN

 

 

 

Yapi Manuleus

Tumpukan sampah di ruas jalur 40 Kota Kupang yang terbentang mulai dari arah Bolok hingga Kelurahan Penfui sangat memprihatinkan. Padahal wilayah tersebut merupakan jalur hijau yang mestinya dirawat.

Berbagai macam tanda larangan agar warga tidak boleh membuang sampah di wilayah itu bahkan tanda larangan bernada makian tak dihiraukan warga. Mereka tetap saja membuang sampah sembarangan di beberapa titik jalur 40.
Pantauan VN, Senin (1/6) di sekitar RT 15 Fatukoa, salah satu titik jalur 40 tampak papan larangan bernada makian agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya mengaku papan tersebut dipasang untuk mencegah para pengguna jalan yang sering membuang sampah di lokasi itu.

img-20200601-wa0021

“Ini kami pasang seperti ini supaya orang bisa malu buang sampah di sini. Mereka yang buang, kita di sini yang sering bersihkan terus. Tapi tetap saja mereka masih buang sampah. Kita biasa jaga dengan malam hari, tapi sulit kita dapat karena mereka buang habis langsung kabur. Jadi kalau sudah sangat tumpuk kita harus pergi beli minyak tanah untuk datang dan bakar,” ungkapnya.

Ia berharap para pengguna jalan bisa sadae agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Sementara Lurah Sikumana Getruida Isabella saat turun langsung membersihkan sampah di jalur 40 beberap waktu lalu mengaku sampah sering menumpuk di ruas jalur 40 akibat ketiadaan tempat sampah.

“Kasihan juga kita mau larang tapi mereka mau buang sampah di mana lagi. Ini kan tidak ada tempat sampah. Jadi saya minta untuk kalau bisa pasang kontainer sampah di sini, dan itu juga kita sudah bawah dalam Musrenbang,” ujarnya. (bev/ol)