Leburaya Tak Jamin Atlet Kempo Jadi PNS

berbagi di:
Kontingen NTT di kejuaraan dunia Kempo, San Fransisco, Amerika Serikat. Simpai Nabas Ndjoroemana tampak berdiri di belakang atlet Kempo NTT kedua dari kiri.

Polce Siga

GubernurĀ NTT, Frans Leburaya tidak menjamin akan menjadikan para atlet kempo yang merebut medali dalam kompetisi World Taikai 2017 di San Mateo California, Amerika Serikat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). \\Tim NTT yang mewaliki Indonesia berhasil meraih tiga emas, satu perak dan dua perunggu.

Leburaya mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menyerahkan bonus kepada para atlet, karena masih menunggu jadwal pemakaman guru kempo NTT, Barnabas Djurumana. Barnabas menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan pulang dari California ke Indonesia.

“Ya kita sudah siapkan (bonus), masa gubernur bohong. Kapan gubernur pernah bohong. Oh tidak (jadi PNS) itu saya tidak bisa beri jamiman, karena rekrutmen PNS itu sekarang ada di pusat,” kata Frans Leburaya kepada wartawan usai melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang di Aula El Tari Kupang, Selasa (22/8).

Dia mengatakan, jika gubernur mempunyai kewenangan untuk mengangkat para atlet menjadi PNS, maka ia tentunya telah mengangkat para atlet kempo itu menjadi PNS. Menurutnya, para atlet saat ini sudah siap untuk menerima bonus berupa uang dengan jumlah yang berbeda sesuai medali yang diraih.

“Kalau itu ada kewenangan gubernur (pengangkatan PNS), saya juga sudah bilang di California kalau itu kewenangan rekrutmen kewenangan gubernur saya angkat. Bonus kan sudah jelas,” tandas Leburaya.

Ia menambahkan, para atlet tersebut tidak akan memperoleh bonus berupa rumah, karena rumah sudah diberikan ketiga berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, bonus untuk peraih medali emas Rp 150 juta dan medali perak Rp 100 juta serta mendali perunggu sebesar Rp 50 juta.

“Rumah kan tidak, karena di PON kita sudah kasih rumah. Bonusnya itu Rp 150 juta (medali) emas, Rp 100 juta perak, Rp 50 juta perunggu dan pelatih Rp 50 juta,” katanya.