Lelang Jabatan Eselon II Sepi Peminat

berbagi di:
Sekda NTT

 

 

Stef Kosat

Lelang terbuka (open bidding) jabatan eselon II untuk mengisi 15 jabatan eselon II lingkup Pemprov NTT yang masih lowong, masih sepi peminat. Sejak dibuka pada 23 April lalu, baru dua orang pelamar. Lelang jabatan dibuka hingga 6 Mei 2019.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing melalui psan WhatsApp, Minggu (28/4), mengatakan, pejabat yang melamar mengikuti lelang jabatan tersebut baru dua orang.

Dua pejabat yang mendaftar mengikuti lelang itu dari dalam lingkup Pemprov NTT. Sedangkan pejabat dari kabupaten/kota di NTT belum ada yang mengajukan lamaran.

Sekda Polo Maing menjelaskan kedua pejabat yang mendaftar itu mau mengikuti lelang jabatan Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Sementara untuk pelamar dari kabupaten/kota dan instansi vertikal lain yang ada di NTT, hingga Minggu (28/4), belum ada orang yang mendaftar untuk mengikuti lelang.

VN berusaha kembali menemui Sekda Polo Maing pada Senin (29/4), untuk diwawancarai secara lebih lengkap terkait dengan minimnya peminat lelang jabatan eselon II. Saat sudah berada di ruangannya, Sekda Polo Maing mengatakan, pihaknya hendak bertemu Wagub NTT
Josef Nae Soi dan berjanji akan melayani wawancara setelah bertemu Wagub. Hingga pukul 19.00 Wita, VN kembali mengirim pesan konfirmasi melalui WhatsApp dan dijawab oleh Sekda Polo Maing bahwa nanti akan diinformasikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Provinsi NTT, Henderina Laiskodat yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan proses sedang berjalan. Namun peminat yang melamar pada 15 jabatan lowong eselon II itu masih sangat sedikit sehingga ia belum bisa melayani wawancara. Ia meminta VN untuk kembali mewawancarainya pada 6 Mei nanti setelah penutupan pendaftaran.

Ketika ditanya terkait apakah sudah ada pelamar dari kabupaten/kota, Henderina mengatakan sudah ada. Ditanya lagi pelamar dari kabupaten mana yang sudah mendaftar ia mengatakan belum ada laporan kepadanya.

Dia kembali meminta VN menemuinya pada 6 Mei nanti agar bisa mendapatkan data pelamar secara lengkap.

Sebelumnya, Sekretaris BKD Provinsi NTT, Mulu Blasius optimis akan ada banyak pelamar dalam lelang jabatan eselon II Pemprov NTT.
Blasius mengatakan, proses lelang jabatan eselon II yang dilakukan secara terbuka (open bidding) setelah Pemprov konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta.

Sistem open bidding dalam proses pengisian jabatan sebenarnya merupakan bagian dari merit system yang mengedepankan asas profesionalitas dan kompetensi, baik aspek teknis maupun manajerial.

Wagub Josef Nae Soi mengatakan, ASN eselon III pun dipersilakan mengikuti lelang jabatan eselon II sehingga pejabat dari dari kabupaten/kota di NTT yang merasa mampu, bisa menduduki posisi jabatan eselon II di Pemprov NTT.

Dia menjelaskan, lelang jabatan eselon II dilakukan terbuka sehingga ASN/pejabat dari seluruh kabupaten/kota di NTT yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, PUPR, Bappeda, PPA, BKD Dispora, dan direktur RSUD WZ Johanes dipersilakan mendaftar untuk mengikuti seleksi.

“Seleksi ini dilakukan untuk mencari yang terbaik dan bagi para Plt di OPD yang ada saat ini tidak perlu dilantik karena mereka orang dalam. Selain itu, Plt di OPD-OPD itu juga adalah para sekretaris di kantor-kantor itu karena mereka yang paling tahu dari isi kantor itu,” jelasnya. (mg-01/E-1)