Lembata Belum Dapat Tambahan Surat Suara

berbagi di:
logistik pemilu

 
Ketua KPU Kabupaten Lembata, Elias Keluli Making mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima tambahan surat suara dari penyedia untuk memenuhi kebutuhan surat suara di dua Dapildi Lembata untuk surat suara DPRD Kabupaten Lembata.

“Sampai saat ini kami masih menunggu pengiriman surat suara tambahan dari Jakarta,” jelasnya.

Terkait kekurangan surat suara, dia mengaku tidak ingat persis datanya, karena ada pergeseran data setiap saat. Karena ada kegiatan sortir ulang surat suara yang sudah dinilai rusak pada proses sortir sebelumnya. “Jumlahnya maaf saya tidak ingat persis datanya,” urainya.

Selain surat suara, pihaknya juga masih menunggu kiriman formulir jenis D yang dicetak oleh KPU Provinsi NTT, yang sampai dengan saat ini juga belum tiba semuanya di Lembata.

“Kami masih butuh juga formulir D, dan kami masih tunggu. Jadi untuk sementara kami paking kebutuhan TPS yang sudah ada untuk daerah-daerah yang paling jauh, sambil menunggu yang belakangan datang untuk daerah-daerah yang dekat,” tandasnya.

Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Djawa mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya tambahan surat suara. Kekurangan surat suara di Provinsi NTT masih sebanyak rilis terakhir dari KPU NTT.

“Kekurangan surat suara kita masih sama seperti yang dirilis terakhir oleh teman-teman KPU provinsi. Tetapi kita berharap ini segera diterima di kabupaten/kota sehingga prosesnya bisa dipercepat. Karena kita tidak ingin proses Pemilu kita di NTT terganggu hanya karena adanya kekurangan surat suara yang merupakan kebutuhan mutlak yang harus ada di TPS sesuai jumlah pemilih ditambah cadangan sebesar dua persen,” tegasnya.

Mengenai penertiban Alat Peraga Kampanye, Thomas mengaku pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajaran Bawaslu kabupaten/kota, sampai pengawas kecamatan, desa/kelurahan, dan pengawas TPS untuk melaksanakan pengawasan di masa tenang saat ini, termasuk dengan memantau kemungkinan adanya kampanye dan pelanggaran-pelanggaran kampanye.

“Kita terus melakukan pengawasan, bahkan pengawas TPS kita juga sudah kita minta untuk melakukan pengawasan. Jadi kita pastikan H-1 pemilu, kita akan bersihkan semua APK yang ada di jalan-jalan umum,” tandasnya.

Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan, surat suara tahap pertama dikirim pada Sabtu (13/4). “Sedangkan tahap kedua dikirim hari ini,” ujar Thomas kepada wartawan, Minggu (14/4) pagi.

Untuk pengiriman pertama, lanjut dia, dilaksanakan dari Balebat 3 Pulogadung, Jakarta pada pukul 13.30 WIB. Logistik yang dikirim itu, yakni surat suara untuk caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTT 1, surat suara untuk caleg DPR RI Dapil NTT 2 dan PPWP.
Selanjutnya pengiriman tahap kedua dari Belebat 2 Sentul yang rencananya dilakukan sore kemarin. Pengiriman logistik tahap kedua, kata Thomas, adalah surat suara untuk DPRD provinsi, DPD dan DPRD kabupaten dan kota (lihat tabel).

“Kita berharap, semua logistik bisa segera sampai ke tujuan supaya bisa didistribusikan dengan baik,” tutupnya.

Untuk diketahui kekurangan surat suara sesuai rilis KPU Provinsi NTT belum lama ini, terdapat kekurangan surat suara di seluruh NTT sebanyak 808.459 surat suara dan masih dalam proses percetakan oleh penyedia baru, karena penyedia sebelumnya tidak mampu memenuhi kekurangan surat suara dengan keterbatasan waktu yang ada. (kcm/enq/mg-02/R-4)