Lima Desa di Kedang Dapat Bantuan Air Bersih

berbagi di:
foto-hal-12-bantuan-air-lembata

Warga Leuleaq, Desa Hoelea, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata mengisi tempat-tempat penampungan dengan air bersih bantuan dari Yayasan Insan Bina Mandiri Bandung, Selasa (8/10). Foto: Hiero Bokilia/VN

 
Megi Fobia

Yayasan Insan Bumi Mandiri Bandung membantu menyakutkan air bersih bagi warga di lima di Kecamatan Omesuri. Penyaluran air bersih itu untuk menjawabi kebutuhan masyarakat akan air bersih di musim kemarau panjang ini.

Kamaludin Usman, Koordinator Lapangan Program Air Bersih Pedalaman NTT Yayasan Insan Bina Mandiri kepada VN, Selasa (8/10) menjelaskan, sejauh ini baru tiga desa yang mendapatkan saluran air bersih yakni Desa Dolulolong, Desa Walangsawa, dan Desa Hoelea di Kecamatan Omesuri.

Pihaknya akan kembali menyalurkan air bersih di dua desa yakni Desa Meluwiting dan Desa Tiba.

Hal ini semata bentuk keprihatinan yayasan saat turun di Kedang menyalurkan bantuan hewan kurban. Saat tiba di Desa Leubatan, mereka menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang kesulitan air bersih dan harus membeli air dari mobil tangki.

Melihat kesulitan air itu, lanjutnya, pihak yayasan lalu bersedia memberikan bantuan air bersih dalam program air bersih pedalaman NTT dengan alokasi sepuluh tangki air per desa.

“Setiap desa dapat jatah sepuluh tangki. Tapi kadang belum.sampai sepuluh tangki, semua warga sudah terdistribusi. Kemarin di Dolulolong kami hanya salurkan delapan tangki karena semua warga sudah dapat air,’ kata Kamaludin.

Ia menjelaskan, jika lima desa target bantuan sudah terdistribusi semuanya, pihaknya akan membuatkan laporan pelaksanaan kegiatan ke yayasan. Biasanya, jika masih ada desa yang membutuhkan maka pihak yayasan akan kembali mengalokasikan bantuan. Karena itu ia berharap agar setelah laporan pelaksanaan kali ini sudah disampaikan, pihak yayasan dapat menambah bantuan agar semua desa di Kedang bisa kebagian bantuan air bersih.

Mia Dau, warga Desa Hoelea penerima bantuan air bersih mengakui, tahun ini curah hujan tak begitu tinggi sehingga banyak bak penampung air hujan (PAH) yang tidak terisi penuh. Akibatnya, belum.memasuki.musim hujan berikutnya, persediaan air di dalam PAH sudah tak banyak lagi. Sehingga, hanya disisakan unik merendam.bak agar tak pecah.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari, lanjut Mia Dau, warga membelinya dari mobil tangki air yang setiap hari mendistribusikan air bersih. Harga per tangki Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Saat ada pendistribusian bantuan air bersih secara gratis seperti itu, ia dan warga lainnya sangat berterima kasih. Setidaknya, mereka bisa lebih berhemat karena untuk kebutuhan satu sampai dua hari.ke depan bisa menggunakan air bantuan dari Yayadan Insan Bina Mandiri itu.

Esi Peni, warga Hoeleaea lainnya mengaku sangat senang bisa mendapatkan bantuan air gratis dari Yayasan Insan Bina Mandiri.
Ia berharap, bantuan seperti itu bisa terus diberikan agar membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang selama ini harus membeli air.

Ia berharap agar pemerintah melalui PDAM bisa juga membantu mendistribusikan air secara gratis minimal sekali dalam sebulan agar meringankan beban bagi masyarakat kurang mampu di pedesaan. (lia/s-1)