Lima Pejabat Forkopimda NTT Ikut Vaksin Perdana

berbagi di:
img-20210114-wa0012

Sekda NTT Benediktus Polo Maing saat menerima vaksin Sinovac, Kamis(14/1). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

 

Kekson Salukh

Lima pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkup provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut vaksin perdana, Kamis, (14/1) siang di halaman depan kantor Gubernur NTT.

Lima pejabat yang divaksin perdana di NTT adalah Sekda NTT Benediktus Polo Maing, Ketua Sinode GMIT Pendeta Dr Merry Kolimon, Kabidokes Polda NTT Kombes Pol Sudayono, Rektor Undana Prof. Fred Benu, dan Direktur RSUD WZ Johannes Kupang dr. Mindo Sinaga.

Ketua GMIT NTT Mery Kolimon saat menerima vaksin Sinovac, Kamis(14/1). Foto: Nahor Fatbanu/VN
Ketua GMIT NTT Mery Kolimon saat menerima vaksin Sinovac, Kamis(14/1). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Kabid Dokes Polda NTT, Sudaryono setelah divaksin mengatakan, vaksin yang digunakan sangat aman karena tidak ada gejala atau reaksi aneh yang dirasakan.

“Sehingga saya harapkan kepada masyarakat untuk tidak boleh takut. vaksin ini aman. Tidak ada masalah. Saya mewakiki Kapolda NTT menyampaikan kepada masyarakat untuk jangan takut,” ujar Sudaryono kepada wartawan.

Rektor Undana Profesor. Fredrik Benu saat menerima vaksin Sinovac, Kamis(14/1). Foto: Nahor Fatbanu/VN
Rektor Undana Profesor. Fredrik Benu saat menerima vaksin Sinovac, Kamis(14/1). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Sekda NTT Benediktus Polo Maing yang dimintai tanggapannya terkait perasaan ketika divaksin mengaku senang lantaran tidak ada tanda-tanda yang membahayakan.

“Senang Ade, enak. Tidak ada tanda-tanda membahayakan. Ditusuk jarum pun malah tidak rasa,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat NTT untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 walaupun vaksin sudah ada.

“Tentunya masyarakat sambil menunggu giliran divaksin, tetap taat protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, olahraga, dan makan makanan yang menambah imun tubuh,” imbuhnya.

Tim vaksinator terdiri dari dokter spesialis paru, dokter spesialis emergenci, dua orang vaksinator, empat perawat emergency, dan satu petugas rekam medik sebagai penanggung jawab. (bev/ol)