Listrik Nyala, Kades Tuamese Dorong Warga Ikut Pelatihan Ekonomi Kreatif

berbagi di:
img-20200623-wa0021

Foto: dok. PLN

 

 

 

 

Listrik di Desa Tuamese, Kabupaten Kupang secara simbolis telah dinyalakan oleh General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Agustinus Jatmiko bersama Kepala Desa Tuamesa Kecamatan Biboki Anleu Kabupaten Timor Tengah Utara Mesak Adu didampingi Manager PLN UP2K (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Kupang Cahyo Gunadi dan Manager PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Kupang Arif Rohmatin pada 21 Juni 2020 lalu.

Sebanyak 150 KK di Desa Tuamese yang berprofesi senagai nelayan dan menyadap air pohon lontar untuk diolah menjadi gula lempeng dan minuman tuak itu akhirnya menikmat listrik.

Kades Tuamese Mesak Adu mengucapkan terima kasih kepasa PLN.

“Sejak listrik menyala, ada perilaku hidup warga yang berubah yakni selain memanfaatkan energi listrik untuk penerangan, sekitar 10 KK sudah membeli kulkas untuk kegiatan produktif seperti mengawetkan ikan, dan lainnya. Selain itu kehadiran energi listrik juga membuat aktivitas warganya di malam hari lebih panjang yakni membuat gula lempeng untuk dijual,” jelasnya.

Ia mengaku masyarakat juga bisa lebih berhemat dengan menggunakan listrik dibanding menggunakan pelita.

“Sebelumnya warga mengunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari, dengan biaya setiap bulan sekitar Rp ribu namun sejak listrik menyala warga membeli token Rp 50 ribu dan sampai sekarang belum beli lagi token. Selain itu untuk kegiatan ibadat di gereja sebelumnya menggunakan genset dengan membeli BBM di Atambua Rp. 200 ribu per bulan, sejak pakai listrik, token Rp 200 ribu belum habis digunakan,” jelasnya.

Mesak juga sudah mengusulkan pelatihan pengembangan ekonomi lokal untuk warganya ke Dinas Koperasi dan Perindustrian serta mendukung pembiayaan pelatihan tersebut.

“Semoga kehidupan warganya lebih baik dengan hadirnya listrik dan pelatihan yang akan diikuti warga,” harapnya.

Tidak hanya itu, Alexander Ludji Willa, salah satu warga yang berprofesi sebagai penyadap air pohon lontar, menyampaikan terima kasih kepada PLN yang sudah menerangi rumahnya dan senang karena sejak listrik menyala di rumahnya, aktivitas di malam hari lebih lama dan anak-anak juga lebih nyaman belajar di malam hari.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan, hingga saat ini rasio elektrifikasi Kabupaten TTU telah mencapai 83,02% dan rasio desa berlistrik 97,93% dan untuk rasio elektrifikasi Provinsi NTT sendiri saat ini telah mencapai 86,81% dan rasio desa berlistrik NTT 93,32% hingga Mei 2020.

“Energi listrik yang sudah ada semoga bermanfaat bagi warga, baik untuk penerangan, untuk kegiatan produktif warga seperti mengawetkan ikan dengan kulkas, membuat es, memasak, setrika, mendengar dan menonton berita di TV sehingga tidak ketinggalan informasi, dan aktivitas lainnya dengan energi listrik, sehingga kehidupan warga menjadi lebih baik,” ucapnya.

Berdasarkan info dari R. Cahyo Gunadi Manager PLN UP2K Kupang menyebutkan pembangunan aset ke lokasi tersebut membutuhkan panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 6 kms (kilo meter sirkuit), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 9 kms, dan 2 buah gardu dengan kapasitas masing-masing 50 kVa. Cahyo berharap warga mendukung keandalan penyediaan tenaga listrik dengan menginformasikan pohon yang dekat dengan jaringan ke petugas PLN untuk dirabas.

Jatmiko berpesanbila ada informasi, keluhan atau apapun terkait tagihan listrik atau pelayanan PLN, pelanggan bisa langsung ke situs www.pln.co.id,

Aplikasi PLN Mobile yang dapat didownload pada aplikasi store dan play store, lalu call center 123 serta media sosial Facebook PLN 123, Twitter PLN_123 dan Instagram PLN123_OFFICIAL siap melayani 24 jam Guna dari layanan ini adalah mudah, cepat dan menjadi solusi layanan cepat dalam genggaman. (bev/ol/humaspln)