LPKA Monitoring Anak Didik Lapas

berbagi di:
img-20191116-wa0011

 

 

 

Putra Bali Mula

Petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kupang melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kegiatan pendidikan dan latihan kerja para andikpas (anak didik permasyarakatan).

Kegiatan monev dilakukan pada Kamis lalu (14/11) di SMK Negeri 2 Kupang, SMA Swasta Kristen 1 dan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Latihan Kerja Diskopnakertrans (Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi) NTT dimana andikpas menerima pendidikan dan pelatihan kerja.

Kegiatan monev yang dilakukan para petugas LPKA Kupang ini berdasarkan instruksi Kepala LPKA Kupang, Tommi Hendri dan dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kupang, Abusalim.

Pemantauan tersebut dimulai dari SMK Negeri 2 Kupang, SMA Swasta Kristen 1 dan terakhir di UPTD Latihan Kerja Dinas Kopnakertrans.

Saat melakukan monev di SMK 2 Kupang para petugas LPKA Kupang memantau langsung kegiatan belajar dari RW, salah satu andikpas yang menjadi murid di sekolah tersebut.

Tim monev LPKA Kupang sendiri disambut baik Kepala Sekolah SMK 2 Kupang Silas Kase bersama Koordinator Bimbingan Konseling Edel Merikuin Mogi dan wali kelas RW, Benedicta Assan.

“Dia sangat taat dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Dia menunjukkan sikap baik kepada saya dan teman-temannya,” ungkap Benedicta.

img-20191116-wa0012

Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kupang, Abusalim mengapresiasi pihak sekolah atas bimbingan terhadap andikpas di sekolah tersebut.

“Kami sangat berharap guru-guru disini selalu membimbing dan mengarahkan RW untuk berprestasi di tempat ini,” ungkap Abusalim.

Pemantaun kemudian dilanjutkan ke SMA Kristen 1 Kupang terhadap 5 andikpas yang bersekolah di sekolah tersebut. Pihak sekolah sendiri mengakui dua di antaranya merupakan siswa-siswa berprestasi.

Pemantauan di UPTD Latihan Kerja Diskopnakertrans NTT dimana terdapat 10 andikpas yang mengikuti pelatihan ketrampilan bidang pertamanan dan basic office.

Kepala LPKA Kupang, Tommi Hendri pada kesempatan terpisah juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan UPTD Latihan Kerja dalam pemenuhan hak dari andikpas.

“Saya sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang turut ambil bagian untuk memenuhi hak-hak anak. Tugas negara yang tertera pada undang-undang SPPA telah kita penuhi. Anak bersekolah dan dibekali ketrampilan merupakan wujud dari terlaksananya undang-undang tersebut,” ungkap Tommi. (bev/ol)