Luapan Benenain Rendam 150 Rumah Warga

berbagi di:
foto-hal-01-cover-280221-pantau-lokasi-banjir-benanain

 

TINJAU LOKASI BENCANA: Kapolres Malaka AKBP Albert Neno dan Waka Polres Malaka Kompol Ketut Saba serta beberapa perwira Polres Malaka meninjau lokasi bencana, Sabtu (27/2). Foto:digtara.com

 

 
Wilfrid Wedy

 

 
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malaka sejak Jumat (26/2) pagi membuat sungai Benenain meluap. Banjir dari luapan sungai tersebut merendam lebih dari 150 rumah warga di Desa Mota’ain, Kecamatan Malaka Barat.

“Air meluap mencapai ketinggian 40 cm. Rumah kami terendam banjir,” ujar Ambros, warga Desa Mota’ain kepada wartawan, Sabtu (27/2).
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, warga tetap waspada karena khawatir terjadi luapan yang lebih besar.

Warga lainnya, Benediktus Leki mengatakan, hingga pukul 23.30 Wita ketinggian sudah mencapai 40 cm. Warga mulai panik dan tak ada lagi yang berada di dalam rumah. Semuanya keluar rumah mengamati suasana dan mengantisipasi segala kemungkinan terburuk.

“Ini airnya makin tinggi karena banjir kiriman dari Kali Benenain. Ini karena hujan dari pagi nonstop, tidak berhenti. Kalau hujan terus di daerah hulu, maka luapan terus bertambah,” katanya.
Hingga berita ini dibuat tadi malam, sebagian warga mulai mengemas barang-barang mereka sembari melihat situasi. “Kalau air bertambah terus kami harus mengungsi,” tambah Benediktus.

 
Polres Kirim Satu Pleton

 

Polres Malaka mengirim dan menyiagakan satu peleton anggota di lokasi banjir Benanain.

“Kami menyiagakan satu peleton anggota di lokasi bencana,” ujar Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba, kemarin.

Kemarin, Kapolres Malaka AKBP Albert Neno dan Kompol Ketut Saba dan beberapa perwira meninjau lokasi bencana.
Selain meninjau sumber luapan air dari Kali Benanain, Polres Malaka juga mendirikan posko kontijensi penanggulangan bencana.
Waka Polres Malaka menyebutkan kalau ketinggian air di Desa Motaain sudah menurun.

“Masyarakat diharapkan bisa tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Polres Malaka juga berkoordinasi dengan pemda Kabupaten Malaka untuk melanjutkan pembangunan tanggul serta melakukan bakti sosial melalui pembagian sembako kepada warga yang rumahnya terendam banjir.

Banjir juga terjadi di sejumlah daerah akibat intensitas hujan yang tinggi. Di Rote Ndao, akibat hujan sejak Minggu (21/2) hingga Senin (22/2) malam, menyebabkan puluhan hektare sawah di 4 lokasi di Desa Sotimori, Kecamatan Landu Leko terendam banjir. Puluhan petani pemilik sawah terancam gagal panen.

Dari 4 lokasi sawah yang terdampak banjir, yang terparah adalah lokasi Haranoa karena sebagian besar sawah yang ditanami padi, jagung dan kacang tanah tertutup air. Sebanyak 40 dari 45 anggota kelompok yang tergabung dalam Kelompok Tani Haranoa yang diketuai Frans Hun dipastikan merugi. (rnc/dtc/tia/R-2/yan/ol)