Lulusan BLK-LN Harus Kompeten

berbagi di:
foto-hal-01-cover-230819-gubernur-blk-luar-negeri

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menandatangani prasasti BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana saat launching BLK tersebut di Jalan Manafe Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Kamis (22/8). Foto: Ayub Ndun/VN

 

 

Ayub Ndun
Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) di Provinsi NTT harus mampu menghasilkan SDM tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan berkompeten agar bisa bersaing di era industri 4.0.

Demikian penegasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada acara launching BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana di Jalan Manafe Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis (22/8).

Launching BLK dihadiri Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, Owner BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana Maxi Mantofa, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT Sisilia Sona, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Nasir Abdula.

Gubernur VBL meminta BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana menjadi lembaga yang melatih SDM NTT menjadi agen perubahan. “Yang belum punya skill menjadi memiliki skill,” katanya.

Ia menegaskan Revolusi Industri 4.0 mensyaratkan SDM yang dihasilkan harus memiliki kompetensi karena hampir semua pekerjaan menggunakan teknologi mutakhir. Kualitas lulusan lebih pentingb dari sekedar kuantitas.

“Saat ini sudah Revolusi Industri 4.0, yang ada di NTT 0.4 karena sarana dan prasarana yang tersedia masih minim dan belum sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman,” ucap VBL.

Ia mengingatkan banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang pergi tanpa keahlian dan pulang dengan

Untuk itu dia berharap BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana mampu menyakinkan masyarakat NTT bahwa BLK tersebut menghasilkan tenaga kerja unggul untuk membangun NTT menjadi lebih baik.
Pemprov NTT akan bekerja sama dengan BLK-LN yang ada untuk melatih calon-calon tenaga kerja terampil sebelum dikirim bekerja di luar negeri.

“Kita akan siapkan dengan baik dengan mengikuti peran pemerintah agar angkatan kerja bisa disalurkan secara benar, manambah devisa negara dan harus tingkatkan dulu skill mereka karena bekerja di dunia internasional,” jelasnya.

Direktur BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana, Dewi Sri Hartati dalam sambutannya mengatakan BLK yang dipimpinnya masuk dalam Group Sekawan yang berdiri sejak 1995, yang bergerak dalam jasa penyediaan sumber daya manusia (SDM) dan telah menjalin kemitraan dengan pemerintah.

NTT, khususnya Kota Kupang, kata dia, dilirik karena memiliki potensi tenaga kerja yang besar namun kompetensi dan keterampilan masih terbilang rendah

“Kami melihat SDMnya besar tapi kurang di pembenahan skill, kita melihat ke depan potensinya besar,” ujarnya.

Dia berharap Pemprov NTT bisa bersinergi dengan BLK-LN dalam upaya menghasilkan SDM tenaga kerja unggul. Kehadiran Gubernur VBL dan Mendag Enggartiasto Lukita, kata dia, merupakan salah satu wujud dukungan terhadap BLK yang dipimpinnya.

Pantauan VN, usai acara launching, Gubernur VBL, Mendag Enggartiasto Lukita, Owner Group Sekawan, Maxi Mantofa bersama Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno meninjau BLK-LN yang baru dilaunching itu. Mereka mengunjungilaboratorium bahasa, cuci dan ruang mandi, ruang baby, kamar tidur, ruang makan hingga dapur.

BLK LN tersebut untuk sementara menampung maksimal 160 orang. Terdapat 3 objek pelatihan informal yakni perawatan bayi, perawatan orang tua dan cleaning service.

Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Sisilia Sona yang diwawancarai VN, mengatakan, dengan kehadiran BLK tersebut manambah jumlah BLK di Kota Kupang menjadi tiga sehingga persaingan menghasilkan SDM berkompeten menjadi lebih baik.
Dua BLK yang sudah lebih dulu ada yakni BLK Gasindo Buala Sari dan BLK Bina Citra Mandiri. (mg-18/D-1)