Mabes Polri Lidik Identitas Penumpang Palsu

berbagi di:
download-1

 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan

 

 

 

Mabes Polri bakal menyelidiki dugaan penumpang Sriwijaya Air SJ 182 menggunakan KTP orang lain alias identitas palsu.

“Kami akan koordinasi dengan Polda NTT juga, nanti akan menanyakan kepada Disdukcapil apakah benar ada informasi atau laporan tentang penumpang pesawat Sriwijaya menggunakan KTP yang bukan miliknya,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, kemarin.

Ramadhan menuturkan Polri bersama pihak terkait masih fokus untuk melakukan pendataan para korban Sriwijaya Air SJ 182. Tim Disaster Victim Identification (DVI), kata Ramadhan, juga masih terus mengumpulkan data antemortem dan posmortem guna mengidentifikasi korban.

“Data terkait dengan KTP atau identitas terkait dengan penumpang dari pesawat Sriwijaya tersebut apakah ada kecocokan antara data tersebut dengan status korban yang dinyatakan teridentifikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Avsec Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Oka Setiawan mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan internal berkaitan dengan informasi dua penumpang yang menggunakan KTP orang lain.

Berdasarkan manifest, kedua penumpang itu tercatat atas nama Felix dan Sarah. Namun, identitas asli kedua penumpang itu sampai saat ini masih belum diketahui.

“Kami sedang investigasi, nanti hasilnya akan dibahas bersama-sama pihak Sriwijaya, dengan (keluarga) korban dan lain-lain juga,” kata Oka, kemarin.

Untuk diketahui, ada dua penumpang Sriwijaya Air asal Ende, yang adalah pasangan calon suami-istri. Keduanya ke Pontianak untuk mencari kerja. Keduanya tercatat dalam manifest penumpang atas nama Feliks Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau dengan nomor seat 18 dan 17.

Nama di manifest penumpang adalah nama orang yang KTP-nya dipakai oleh calon pasangan suami-istri korban Sriwijaya Air itu.

Nama Feliks Wenggo di manifest itu sejatinya adalah Teofilus Lau Ura. Sedangkan calon istrinya baru diketahui nama panggilannya yakni Shelfi. Shelfi menggunakan KTP milik Sarah Beatrice Alomau sehingga di manifest tertulis nama Sarah Beatrice Alomau.

“Mereka dua itu calon suami istri, sama-sama dari Ende. satu dari Detusoko, satu dari Desa Pora. Mereka naik pesawat pakai KTP orang lain,” jelas perwakilan keluarga, Benediktus Beke. (cnn/mi/E-1)