Manajemen RS Leona Dianggap Mengada-ada, Ombudsman Pastikan segera Tuntas

berbagi di:
darius-beda-daton-16

Darius Beda Daton
Kepala Ombusdman NTT

 

 
Rafael L Pura

 

 

PERMINTAAN manajemen RS Leona Kota Kupang kepada pihak keluarga untuk membuat surat resmi agar bisa memperoleh hasil swab dan rekam medis almarhumah Endang Giri (EG) dinilai sebagai hal yang mengada-ada.

Sebab, pihak keluarga sudah bersurat ke RS Leona pada 12 November 2020 untuk meminta hasil swab dan rekam medik almarhumah EG.

Penegasan itu dikemukakan adik kandung almarhumah EG, Elton Giri kepada VN, Jumat (20/11) menyikapi penjelasan RS Leona kepada Wakil Wali Kota Kupang Herman Man saat sidak Kamis (19/11).

Menurut Elton, Keluarga sudah bersurat ke RS Leona sejak 12 November 2020, tapi kepada Wakil Wali Kota Kupang saat sidak, pihak manajemen RS Leona mengharuskan keluarga bersurat.

“Kami sudah bersurat ke RS Leona dengan tembusan ke berbagai pihak pada 12 November 2020. Dilanjutkan pada 14 November 2020 mendatangi RS untuk menanyakan. Saat itu mereka minta kami tanyakan langsung ke dokter satu per satu. Karena tidak ada kejelasan maka Senin 16 November 2020 kami terpaksa mengadu ke Ombudsman NTT,” katanya.

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa manajemen RS Leona hanya mencari-cari alasan dan seolah-olah menyalahkan pihak keluarga. Padahal, keluarga besar Giri sudah secara santun mengikuti prosedur-prosedur di rumah sakit untuk mendapatkan hak.

“Karena keluarga sudah melaporkan dan minta bantuan ke Ombudsman, maka keluarga menghargai lembaga negara memediasi ini sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Ombusdman NTT, Darius Beda Daton memastikan hasil swab dan rekam medis almarhumah Endang Giri segera diserahkan ke keluarga oleh pihak RS Leona. Darius mengaku sudah komunikasi langsung dengan manajemen RS tersebut.

Ia menjelaskan, setelah menerima pengaduan dari keluarga, pihaknya langsung menghubungi manajemen RS Leona.

“Pihak rumah sakit menyatakan sudah ada hasil swab dan rekam medis, keluarga datang dan mengambilnya,” kata Beda Daton.

Atas jawaban itu, Darius mengaku sudah menghubungi keluarga amarhumah Endang Giri untuk datang mengambil hasil swab di RS Leona. Namun, pihak keluarga menginginkan penyerahan hasil swab dan rekam medis itu harus disertai surat tertulis.

Beda Daton mengatakan akan menghubungi lagi pihak RS Leona untuk menyampaikan keinginan keluarga almarhum Endang Giri.

“Sebentar (kemarin) malam saya akan hubungi lagi manajemen RS Leona. Saya pastikan dalam satu dua hari keluarga sudah bisa datang ke Ombudsman untuk mengambilnya,” kata Beda Daton.
Sementara itu, manajemen RS Leona yang hendak dikonfirmasi, kemarin, tetap enggan memberikan penjelasan.

Sama seperri sebelumnya, VN yang mendatangi RS tersebut untuk bertemu pimpinan rumah sakit, disuruh menunggu di pos Satpam. Sekitar dua jam menunggu tak ada satu pun manajemen yang bisa ditemui.

Di hari sebelumnya, manajemen meminta VN membuat surat resmi jika ingin bertemu dan mewawnacarai pimpinan rumah sakit. (mg-23/yan/ol)