Mantan Direktur BLUD Kupang Ditahan

berbagi di:
Kajari Kabupaten Kupang, Syahrial Harahap.

 

Polce Siga

 

 

Setelah ditetapkan menjadi tersangka beberapa pekan lalu, mantan Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Kupang Josef Efi akhirnya ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang. Josef ditahan sebagai tersangka kasus korupsi pada BLUD yang dipimpinnya.

Kepala Kejari Kabupaten Kupang Achmad Syahril Harapan yang dihubungi VN, Minggu (28/6) mengatakan tersangka Josef Efi sudah ditahan jaksa sejak Rabu (24/5).

“Ya, kita sudah tahan. Dia ditahan selama 20 hari ke depan untuk memperlancar proses pemberkasan,” ujar Achmad.

Dia menjelaskan tersangka ditahan untuk memperlancar proses penyidikan termasuk penyiapan rencana dakwaan (rendak) dan penuntutan. Tersangka ditahan di Rutan Kelas II B Kupang.

“Sekarang kita lagi siapkan rendak dan penuntutan untuk proses sidang nanti,” katanya.

Ia menambahkan Yosef Efi sebagai tersangka tunggal dalam kasus korupsi penyewaan alat berat di Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kupang tahun anggaran 2012 dan 2013. Dalam kasus ini terindikasi merugikan negara sebesar Rp 300 juta lebih dari total anggaran Rp 2,5 miliar.

“Kita tahan karena peranannya selaku pimpinan BLUD dalam melakukan pengelolaan kegiatan di BLUD tidak mengacu kepada pedoman pengelolaan keuangan yang benar, sesuai dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan BLUD,” tandasnya.

Kasus dugaan korupsi BLUD bermula dari penyewaan dan penggunaan alat berat pada Seksi Peralatan Bidang Prasarana Wilayah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kupang tahun 2012, 2013 dan 2014. Dugaan korupsi ini juga ditemukan DPRD Kabupaten Kupang dan direkomendasikan pimpinan Dewan setempat ke Kejari untuk diproses hukum.

Sebelumnya, Achmad menjelaskan sesuai hasil pemeriksaan penyidik BLUD awalnya merupakan unit swadana yang bernaung di bawah Dinas PUPR Kabupaten Kupang. Namun, sejak 2014 berubah menjadi BLUD untuk penyewaan dan pelayanan alat berat.

“Nah, seiring perjalanan waktu pada tahun 2014 unit swadana tersebut dialihkan menjadi BLUD maksudnya agar proses penggunaan alat dan proses pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat, karena untuk proses biaya operasional biasanya BLUD itu bisa langsung mengelola anggaran dan langsung menerima dan langsung memanfaatkannya. Itulah pola pengelolaan keuangan dengan bentuk BLUD,” tandasnya.

Ia mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan penyalahgunaan dalam BLUD terjadi karena masih terdapat syarat dalam proses pembentukan yang belum terpenuhi. Dari sejumlah kekurangan ini, lanjutnya, maka ditemukan indikasi penyimpangan.

“Jadi dari hasil pemeriksaan proses pembentukan BLUD itu, syarat-syarat yang belum dipenuhi dari proses pembentukan dan dari syarat operasionalnya ada hal-hal yang menyimpang dari pedoman. Dari hal tersebut kita temukan penyimpangan-penyimpangan. Kita cari apakah ada kerugian keuangan yang dikelolah oleh BLUD. Waktu itu pimpinannya adalah saudara Josef Efi,” tandas Acmad.

Untuk memastikan adanya penyimpangan dan kerugian negara, lanjutnya, penyidik meminta BPKP NTT melakukan audit investigasi sehingga menemukan kerugian negara sebesar Rp 300 juta lebih. Hasil audit baru diperoleh penyidik pada 9 Mei 2017.

“Tanggal 4 Mei baru diketahui nilai kerugian baru kita gelar dan kita ekspos. Kita gelar kita temukan pihak penangunng jawab,” katanya.

 

Temuan Pansus 2014

 

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Joseph Lede yang dihubungi VN kemarin mengatakan laporan kasus BLUD disampaikan oleh Dewan dalam sidang paripurna. Menurut Joseph, Dewan merekomendasikan kasus ini ke kejaksaan, setelah BLUD tidak bisa memberikan pertanggungjawaban sesuai tenggat waktu yang diberikan oleh Dewan.

Dia mengatakan, sesuai hasil temuan panitia khusus (Pansus) LKPj Tahun Anggaran 2014, sehingga pansus merekomendasikan ke paripurna DPRD Kabupaten Kupang. Hasil ini juga sesuai dengan keputusan seluruh anggota dan pimpinan Dewan bersama fraksi.

“Jadi perlu klarifikasi bahwa yang laporkan kasus ini adalah lembaga DPRD bukan perorangan,” ungkap Joseph.