Marsel Petu telah Terbebas dari Politik Duniawi

berbagi di:
foto-hal-01-cover-penguburan-marsel-petu

 

Jenazah Bupati Ende, Marselinus Petu saat diusung keluar dari kantor Bupati Ende, untuk selanjutnya dibawa ke Pekuburan Onekore Ende untuk dimakamkan, Rabu (29/5). Ribuan pelayat khusuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi penguburan.

 

 

Bupati Ende, Marselinus Petu sudah terbebas dari segala politik duniawi karena dia telah beristirahat dalam kedamaian Ilahi bersama para kudus di Surga. Di sana tidak ada lagi politik maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan duniawi.

Vikjen Keuskupan Agung Ende, RD Crilus Lena mengatakan hal itu dalam kotbahnya saat memimpin misa requiem di Gereja Paroki St Yoseph Freidementz Mautapaga, Ende, Rabu (29/5).
Romo Crilus Marsel Petu memang telah direnggut oleh maut, namun karena kasih karunia Allah, maut tidak akan berkuasa atas dirinya. Sebab, maut hanya sekali saja mengambil manusia dari kehidupan dan setelahnya maut tidak akan berkuasa lagi atas manusia.

Kematian Marsel Petu yang sangat mendadak memang mengejutkan semua pihak. Namun hal itu harus dilihat dari sisi iman karena Tuhan tentu memiliki rencana yang tidak mampu diselami oleh manusia.

Ia mengatakan, sulit mencari sosok pemimpin seperti Marsel Petu. Meski demikian, roda kehidupan harus terus berjalan. Patah tumbuh, hilang berganti.

Oleh karena itu semua warga Ende harus berdoa dan menaruh harapan agar akan ada calon-calon pemimpin di masa mendatang yang memimpin Kabupaten Ende seperti yang telah diletakkan oleh Marsel Petu.
Misa requiem dihadiri seluruh ASN Lingkup Pemkab Ende, kerabat keluarga dan kenalan almarhum. Hadir pula Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wagub NTT Josef Nae Soi dan sejumlah bupati di NTT.

Usai misa requiem, jenazah Marsel Petu dibawa ke kantor Bupati Ende untuk dilakukan upacara pelepasan secara kedinasan yang dipimpin langsung oleh Gubernur VBL. Setelah upacara tersebut, jenazah Bupati Ende dua periode itu dibawa ke Pekuburan Paroki Onekore untuk dimakamkan.
Suara Menggelegar
Suara Marsel Petu tiba-tiba terdengar menggelegar ketika peti jenazahnya diusung memasuki pintu kantor Bupati Ende, Rabu (290/5).
Sontak suara itu membuat kaget ribuan pelayat yang hadir, termasuk para pejabat Pemprov NTT, para bupati, anggota DPRD, para elit pimpinan parpol dan masyarakat Ende.

Suara almarhum itu berasal dari pengeras suara yang sebelumnya direkam dan sengaja diperdengarkan pada kesempatan tersebut.

Semasa hidupnya, terutama selama memimpin Kabupaten Ende, Marsel Petu sangat menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.

Upacara pelepasan jenazah Marsel Petu secara kedinasan berlangsung khikmat yang ditandai dengan penampilan ratusan siswa/i di Kota Ende dengan busana daerah membawa replika lambang negara Garuda Pancasila.
Replika tersebut diusung tinggi ketika jenazah dibawa masuk maupun keluar dari kantor Bupati Ende.

Tangisan warga maupun para ASN yang hadir tidak terbendung ketika jenazah Marsel Petu yang diusung secara bergantian oleh 21 camat di Kabupaten Ende dan Satpol PP itu memasuki kantor bupati dan saat hendak dibawa ke pekuburan Onekore. (tnc/S-1)