Masker BNPB Dijual Bebas, BPBD Sikka Lapor Polisi

berbagi di:
f63150ad-2c38-49af-8e23-5ce3301e01bc

Masker kesehatan berlogo BNPB yang dijual bebas di salah satu toko di Kota Maumere, Kamis (4/3) siang. Foto: Yunus/VN

 

 

 

Yunus Atabara

BPBD Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menemukan ratusan masker kesehatan berlogo BNPB dijual bebas di salah satu toko di Kota Maumere. BPBD Sikka langsung melaporkan penemuan ratusan kotak masker berlogo BNPB itu ke Polres Sikka.

Atas laporan BPBD Sikka, polisi sudah menyita 300 kotak masker berlogo BNPB tersebut. Selain itu BPBD Sikka sudah dipanggil penyidik Polres Sikka untuk memberikan keterangan yang menerangkan bahwa masker berlogo BNPB tidak boleh diperjualbelikan.

Hal ini disampaikan Kepala BPBD Sikka M Daeng Bakir kepada VN Kamis (4/3) siang.

“Kami temukan ada toko yang menjual masker kesehatan berlogo BNPB. Kami sudah laporkan ke polisi dan polisi sudah sita kurang lebih 300 kotak masker berlogo BNPB tersebut,” kata Daeng Bakir.

Kepala Seksi Logistik BPBD Sikka Eman Sadipun menjelaskan pihaknya mendapat laporan dari warga ada toko yang menjual masker berlogo BNPB. Atas informasi itu, pihaknya langsung mengecek di lapangan untuk memastikan informasi tersebut.

“Saya sudah dimintai keterangan oleh polisi. Saat diperiksa, saya juga menyerahkan penegasan Kepala BNPB Pusat bahwa masker kesehatan berlogo BNPB tidak boleh diperjualbelikan,” tegas Sadipun.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun VN pemilik toko yang menjual ratusan kotak masker kesehatan berlogo BNPB itu memesan produk tersebut secara online dari Jakarta.

Sementara polisi sudah memeriksa pemilik toko dan telah mengambil seluruh dokumen atau bukti pemesanan masker BNPB secara online dan bukti transfer harga ratusan masker.

Secara terpisah Kapolres Sikka AKBP Sajimin, yang dikonfirmasi VN mengakui belum mengetahui dan belum mendapat laporan tentang adanya ratusan kotak masker kesehatan berlogo BNPB.

“Saya belum dapat laporan. Nanti saya cek dulu. Soalnya sampai saat ini belum ada laporan tentang masalah masker,” katanya. (bev/ol)