Masyarakat Dukung Pasar Radamata Dijadikan Mapolres

berbagi di:
foto-hal-12-bangunan-pasar-sbd

Inilah bangunan Pasar Radamata di Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD) yang belum difungsikan. Tampak para pedagang berjualan di depan bangunan pasar, Kamis (10/10). Foto: Frengky Keban/VN

 

 

Frengky Keban

Setelah mendapatkanlampu hijau pembangunan Mapolres di Sumba Barat Daya (SBD), pemerintah bergerak cepat mencari tempat sementara untuk dijadikan Mapolres SBD. Salah satu tempat yang diusulkan Bupati SBD Kornelius Kodi Mete adalah Pasar Radamata yang sudah selesai dibangun dengan dana DAK senilai Rp 5 miliar namun tidak digunakan hingga kini.

Usulan ini mendapat respons beragam dari sejumlah warga setempat yakni Oktavianus Ghunu, Yose De Ornay dan Dominggus Bula.

Oktavianus kepada VN, Rabu (9/10) mengaku mendukung penuh pengalihanfungsian bangunan pasar tersebut. Hal ini dikarenakan urgennya kehadiran gedung Mapolres SBD di sekitaran kota demi meminamilisir beragam persoalan kriminalitas yang tinggi di wilayah tersebut.

Selain itu, dari sisi keamanan, kata dia, pengalihfungsian gedung pasar jadi Mapolres juga dilatarbelakangi oleh belum digunakannya bangunan pasar tersebut usai direvitalisasi.

“Dari pada mubazir dan tidak digunakan lebih baik kita gunakan saja untuk kepentingan yang lebih besar. Toh tidak ada gedung lain yang siap selain itu. Jadi saya pikir lebih baik digunakan saja. Lebih cepat lebih baik,” ujar Okta yang juga fungsionaris Partai PAN SBD itu.

Sementara Yose De Ornay mengatakan pengalihfungsian bangunan Pasar Radamata menjadi Mapolres sementara mesti didukung. Letak Mapolres yang berada di tengah kota membuat kenyamanan masyarakat semakin terjamin. Bahkan keberadaan Mapolres di bilangan Pasar Radamata akan memberikan dampak signifikan bagi kelancaran aktivitas berkendara warga di seputaran Kota Tambolaka.

Warga lain Domi Bula menyebut keberadaan Mapolres merupakan sebuah impian kebanyakan masyarakat. Pasalnya, sejak berdirinya kabupaten 12 tahun silam sampai sekarang belum ada Polres di wilayah itu. Praktis, segala hal berkaitan dengan urusan keamanan dan ketertiban selalu berkoordinasi dengan Polres Sumba Barat yang tentunya membutuhkan biaya yang mahal. Dengan disetujuinya ijin terkait adanya Mapolres di Sumba Barat Daya, sebagai warga dirinya sangat gembira apalagi pemerintah sudah mencanangkan bangunan pasar radamata dijadikan Mapolres Sementara. Walaupun begitu, dirinya mengingatkan pihak pemerintah untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan pihak kementerian perdagangan juga pihak lainnya sehingga pengalihan semacam itu tidak kemudian menjadi masalah di kemudian hari.

“Saya pikir baik rencana itu. Tapi Pemkab perlu juga melakukan konsultasi dengan pihak kementerian soal rencana ini supaya tidak kemudian terjadi masalah. Kita perlu belajar dari pengalaman yang ada. Ini demi kebaikan kita bersama,”pintanya.

Sebelumnya Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete menerangkanpihaknya berencana mengembalikan para pedagang di Pasar Radamata ke Pasar Obakomi. Lalu lokasi pasar Radamata akan dijadikan lokasi sementara Mapolres SBD.

“Polres Sumba Barat Daya kan sudah sah. Tinggal cari tempatnya saja. Mudah-mudahan 1 januari atau minggu ke 4 bulan desember itu Mapolres Sumba Barat Daya sementara itu bisa digunakan. Tapi kita duluan pasang plakatnya di lokasi itu biar masyarakat juga tahu bahwa lokasi itu akan dimanfaatkan sebagai Mapolres SBD,”tegasnya. (kbn/S-1)