Masyarakat Mabar Harus Termotivasi Kelola Lahan Tidur

berbagi di:
558-bupati_manggarai_barat_drs_agustinus_ch_dula_foto_istimewa_-718x452

 

 

Gerasimos Satria

Untuk mendukung usaha sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar),Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar mendorong masyarakat Mabar untuk memanfaatkan lahan tidur untuk tanaman pertanian dan tanaman hultikultura. Apalagi selama ini sayur dan buah-buahan untuk kebutuhan hotel dan reataurant masih impor dari luar daerah.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula , Minggu (22/9) mengatakan masyarakat harus mampu menangkap peluang usaha di Mabar dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidur agar menjadi lahan produktif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dipedesaan. Apalagi sejumlah kecamatan di Manggarai Barat adalah daerah potensial pertanian dan perkebunan. Labuan Bajo dipenuhi restoran dan hotel yang membutuhkan sayur dan buah-buahan setiap hari. Dengan memiliki hasil buah dan sayur yang melimpah dimiliki oleh para petani dapat dipastikan restaurant dan hotel tidak akan membeli buah dan sayur dari luar daerah Manggarai Barat.

Dia mengaku, salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan di Mabar yakni Pemkab Mabar melalui Dinas Tanaman Pangan,Hultikultura dan Perkebunan Mabar mendorong masyarakar di seluruh kecamatan di Mabar untuk membentuk kelompok Tani. Kelompok tani tersebut nantinya akan dibantu bibit pertanian seperti bawang,kedelai dan jagung untuk ditanam dimasing-masing desa.

Selain itu, sejumlah kelompok tani di Manggarai Barat didorong untuk serius menanam sayur, lombok dan buah. Dengan tujuan tanaman tersebut nantinya dapat dijual di Labuan Bajo. Apalagi permintaan buah,lombok,tomat dan sayur di Labuan Bajo cukup tinggi.

“Sejumlah masyarakat sudah mulai usaha tanaman sayur-sayur. Sebagian masyarakat belum mengoptimalkan mengurus usaha tersebut. Kita ingin kedepannya petani di Manggarai Barat serius mengurus pertanian untuk peningkatan pendapatan,” ujar Gusti Dula.

Menurut Gusti Dula usaha memanfaatkan lahan tidur ke depannya akan memberikan harapan besar. Hal ini penting guna mendukung ketahanan pangan yang pada gilirannya mendongkrak sektor Pariwisata di Mabar ini. Sektor Pariwisata Mabar telah mendunia. Pariwisata kita butuh dukungan sektor pertanian, karna itu masyarakat Mabar mesti siap. Usaha pertanian tersebut kedepannya tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga, tapi untuk pemenuhan kebutuhan pariwisata.

Kepala Bappeda Manggarai Barat, Fransiskus Sodo mengatakan sejumlah program selama ini gencar dilakukan pemerintah untuk mengotimalkan lahan kosong yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Pihaknya selaku pemerintah daerah tidak henti-hentinya mendorong masyarakat untuk fokus usaha diberbagai sektor. Baik pariwisata maupun pertanian,yang nampak saat ini keaktifan masyarakat lokal untuk usaha pariwisata. Sehingga masyarakat lokal yang mengurus usaha pariwisata perekonomin semakin meningkat.

Dia mengatakan Pemkab Manggarai Barat kedepannya intens mendorong masyarakat lokal untuk pertanian. Hal tersebut untuk mendukung sektor pariwisata. Pariwisata dan pertanian tidak dapat dipisahkan,keduanya saling membutuhkan. Sehingga masyarakat Manggarai Barat yang tidak bergelut dibidang pariwisata selama ini diharapkan bergerak dibidang pertanian.

Terpisah, Ketua DPRD Sementara Manggarai Barat, Edistasius Endi mengatakan mengingat Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Artinya kebutuhan Hotel dan Restoran di Labuan Bajo bisa dipenuhi oleh hasil pertanian masyarakat lokal. Hasil pertanian lokal tersebut yang diusahakan oleh masyarakat lokal di Manggarai Barat.

“Tidak boleh kebutuhan hotel dan restoran didatangkan dari luar daerah. Ini tantangan untuk para petani. Petani harus mampu berbuat, harus mampu bersaing jangan sampai petani tidak bisa menikmati perkembangan pariwisata Manggarai Barat. Karena itu mari kita sama sama bekerja,” kata Edi Endi. (sat/S-1)