Masyarakat Malaka Diminta jangan Panik

berbagi di:
img-20200913-wa0001

 

Stef Bria Seran
Bupati Malaka

 

 

 

 

Wilfrid Wedi

 

BANYAK masyarakat merasa resah,panik dan takut, bahkan membangun narasi destruktif tentang virus korona yang notabene melemahkan sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Namun yang paling fundamental adalah membangun pemikiran yang positif (Positive Thingking)dengan mentaati protokoler kesehatan,menerapkan pola hidup yang bersih sehat yaitu olahraga, makan teratur, dan istirahat yang cukup.

 

“Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat Malaka jangan mudah panik dan takut yang berlebihan yang paling utama adalah mentaati protap kesehatan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yakin dan percaya semuanya akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ucap Bupati Malaka Stefanus Bria Seran,kepada VN,via pesan WhatsApp, Minggu (13/9).

 

Berkaitan dengan salah satu warga Malaka yang hasil swab test positif Covid-19, Bupati Stefanus Bria Seran atau kerap disapa SBS mengatakan telah ditangani secara serius karena kondisi yang bersangkutan tanpa gejala klinis.

 

“Maka yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya dan dijaga secara ketat oleh petugas kesehatan dan keamanan ( Polri, Pol PP, TNI ) 1× 24 jam,” ujarnya

 

Sementara, keluarga atau teman yang kontak langsung dengan yang bersangkutan harus dilakukan rapid test untuk memastikan bahwa mereka tidak tertular.

 

“Oleh karena itu,masyarakat tidak perlu panik dan ketakutan tetap lakukan aktivitas seperti biasa dan selalu harus patuhi protokol kesehatan era Covid-19 yaitu pakai masker , selalu cuci tangan hindari kerumunan, jaga jarak serta makan dan minum yang teratur serta tertib dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

 

Kemudian,masifnya perkembangan virus corona di Indonesia termasuk wilayah NTT semakin hari semakin bertambah bukan berarti memberi ruang kepada masyarakat terpongah dan terpolarisasi dengan classic style tanpa memperhatikan pola social and physical distancing dengan duduk berkumpul,berkerumun sambil bercerita serta mengabaikan instrusksi dari pemerintah.

 

“Ini sama halnya kita memberi ruang dan menebar virus kepada keluarga atau orang yang kita sayangi. Oleh karena itu diharapkan agar masyarakat mematuhi protokoler kesehatan yang ada,” tegasnya.

 

Hal yang paling krusial atau vital adalah tetap waspada, jangan sensitif atau panik dengan informasi yang belum membuktikan sebuah kebenaran yang sifatnya valid dan akurat. Namun tetap pada koridor yang ada yaitu menjaga dan mentaati protokoler kesehatan.

 

“Informasi-informasiyang dikonsumsi menurut kita merasa terganggu atau tidak penting abaikan saja. Cari atau lakukan aktivitas produktif yang sifatnya membawa keuntungan atau profit bagi diri kita sendiri, keluarga dan sesama seperti para petani tetap pergi ke kebun atau sawah, buruh,pegawai swasta tetap kerja seperti biasa,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT, juga meminta kepada direktur,kepala puskesmas terutama petugas kesehatan sebagai garda terdepan agar jangan mengabaikan protokoler covid 19.

 

“Karena salah sedikit langsung kena dan tertular.Oleh karena itu pedomani protokoler covid dengan sebaik-baiknya dan tertib dalam melaksanakan tugas,” tandas SBS.

 

Kemudian dalam menggunakan alat pelindung diri (APD)tenaga medis harus menganggap bahwa semua orang yang datang adalah positif korona.

 

“Jadi dibidang kesehatan harus berpikir yang paling terburuk bahwa mereka yang datang itu ada kuman. Jadi tenaga medis harus proteksi diri (Self Protection)dan harus berusaha agar dari tangannya kuman tersebut tidak pindah kepada pasien lain karena mereka mengurus banyak pasien.

 

Oleh karena itu SBS berharap kepada petugas kesehatan tidak boleh anggap enteng karena virus korona sangat berbahaya dan mematikan.

 

“Ya saya berharap demikian karena beberapa kepala daerah meninggal akibat virus dan yang namanya virus dia tidak kenal yang namanya Bupati, dokter, wartawan, perawat dan yang dia kenal adalah taati protap kesehatan yang ada agar tidak terjangkit atau tertular kepada orang lain,” tuturnya. (Yan/ol)