Masyarakat Masih Enggan Rapid Test Maupun Test Swab PCR

berbagi di:
img-20210222-wa0067

 

 

 

 

Putra Bali Mula

Inisiatif untuk melakukan tes baik rapid antigen hingga swab test PCR masih menjadi momok yang ditakutkan oleh masyarakat. Hal tersebut yang dirasakan oleh beberapa orang saat mengajak keluarga atau kerabat untuk mengikuti test saat disinyalir berpotensi besar terpapar.

Hal ini diceritakan Philip de Rozari yang pernah mengikuti pool test. Ia mengatakan ini dalam webinar melalui channel YouTube dan Facebook Forum Academia NTT (FAN) Senin malam (22/2). Webinar ini bertema Prosedur Test Massal (Pool Test) Gratis Swab PCR di Laboratorium Biokesmas NTT.

“Untuk kita mengajak keluarga kita pool test saja itu butuh usaha yang besar. Kalau kita lihat banyak orang gejalanya mirip Covid tapi enggan yang ingin ikut test. Mungkin karena mahal tapi kalaupun gratis belum tentu mereka mau. Itu yang perlu kita pikirkan bersama,” ungkapnya.

Stigma Covid-19 sebagai aib dan ketakutan masyarakat untuk proses selanjutnya apabila positif terpapar, kata dia, adalah hal yang mengurungkan niat masyarakat melakukan test.

“Ini yang perlu dipikirkan bagaimana merubah cara berpikir orang untuk berani mengikuti test,” kata dia.

Sebelumnya, Fima Inabuy Ketua Tim Lab Biokesmas – Forum Academia NTT (FAN) menyebut pihaknya pernah berinisiatif bersurat ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk dapat melakukan pool test di instansi pendidikan seperti sekolah-sekolah dan kampus.

“Karena output dari pool test ini dapat jadi mapping jumlah yang terpapar, mana yang sebenarnya hijau,” kata dia. (bev/ol)