Masyarakat Sumba Timur Harus Tetap Jaga Persaudaraan

berbagi di:
img-20200118-wa0001

Tomi Umbu Pura

 

 

 

Jumal Hauteas

Masyarakat Kabupaten Sumba Timur diimbau untuk tetap menjaga hubungan persaudaraan dalam menghadapi momen Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Sumba Timur September 2020 mendatang.

Tokoh adat Praing Umalulu Kabupaten Sumba Timur, Tomy Umbu Pura kepada VN di Waingapu, Kamis (16/1) berharap pesta demokrasi lima tahunan ini tidak mencederai hubungan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini.

Ia menegaskan, Kabupaten Sumba Timur akan menjadi satu dari sekian kabupaten/kota dan provinsi yang akan menyelenggarakan Pemilukada tahun 2020 ini.

“Kita berharap dalam Pemilu kali ini, kita tetap hadapi dengan suasana teduh, nyaman dan tenteram. Agar bisa menghasilkan pemimpin yang betul-betul bisa membawa Sumba Timur menjadi lebih baik dalam berbagai aspek ke depannya,” tegasnya.

Tommy yang juga merupakan anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumba Timur, dari Daerah pemilihan (Dapil) tiga, yang meliputi kecamatan Umalulu, Rindi, Kahaungu Eti, Pahunga Lodu dan Wulla Waijillu ini tidak menampik adanya gesekan atau gejolak di wilayah yang merupakan Dapil-nya, dalam kaitan investasi. Terkait hal itu, Tommy memastikan prinsipnya juga agar masyarakat adat tidak anti investasi atau investor.

“Saya bisa pastikan bahwa dari awal masyarakat adat tidak ada yang alergi investasi atau menolaknya. Bahkan masyarakat mau berpatisipasi dan mengawal proses investasi. Hanya yang menjadi persoalan terdapat hak-hak masyarakat yang tidak dianggap, direbut atau dihilangkan. Seperti, tempat-tempat ritual yang dirusak, sehingga masyarakat adat marah. Padahal kalau semuanya bisa saling menghormati, duduk bersama antara pemerintah, investor dan masyarakat adat untuk menghasilkan solusi bijak tentu tidak akan ada persoalan atau gejolak,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Watupada, Kecamatan Umalulu, Umbu Tay Rawambaku.

Menurutnya pesta demokrasi lima tahunam di Sumba Timur ini harus tetap dijaga dan dilaksanakan sebagaimana layaknya sebuah pesta yang melahirkan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan. Karwna itu, upaya saling memghargai dan menghormati harus menjadi yang terpenting dan bukan sekedar untuk mencari kekuasaan dengan segala cara.

“Kepada masyarakat Watupuda khususnya dan Sumba Timur umumnya saya himbau untuk ciptakan suasana aman, damai dan sejuk, dalam menyongsong pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur mendatang. Hal ini tentu untuk kebaikan kita semua dalam kesatuan mewujudkan Matawai Amahu Pada Njara Hamu yang makin baik,” tandas Umbu Tay.

Tokoh pemuda Sumba Timur, Umbu Eliaser secara terpisah menambahkan, Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur harus menjadi ruang bagi semua kader terbaik Sumba Timur untuk bersaing menjadi pemimpin Sumba Timur. Karena itu, kader-kader terbaik ini harus juga berjuang merebut kursi kepemimpinan ini dengan cara-cara terbaik dan bukan sebaliknya.

“Saya yakin para kandidat yang sudah mendaftar ke partai-partai politik untuk maju dalam Pemilukada Kabupaten Sumba Timur ini adalah yang terbaik. Jadi harus juga menang dengan cara yang terbaik dan bukan dengan cara yang kurang baik. Jadi masyarakat tidak boleh dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok kecil hanya untuk menyenangkan sekelompok orang. Semuanya harus bersaing secara sehat dan elegan, sehingga menang tidak menjadi sombong, dan kalah menghormati yang menang,” tegasnya.(bev/ol)