Menkes Puji Sinergitas NTT

berbagi di:
foto-hal-01-gubernur-vbl-dan-wagub-josef-nae-soi

 

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto secara resmi meresmikan beroperasinya Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT di Kampus Undana Kupang Jalan Soeharto, Naikoten 1 Kota Kupang, Jumat (16/10). Peresmian melalui video conference.

 

 

 

Mickael Umbu

 
MENTERI Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto memberikan pujian dan apresiasi yang tinggi terhadap sinergitas yang baik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 di Provinsi NTT.

Pujian tinggi tersebut disampaikan berkaitan dengan kesuksesan Pemprov NTT, Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Forum Akademika NTT (FAN) yang berhasil membangunn sebuah Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Undana untuk pengujian sampel Covid-19.

Apresiasi Menkes Terawan tersebut disampaikan melalui video conference usai launching Laboratorium Biomolekuler Kesmas Undana, Jumat (16/10) di Klinik Pratama Undana. Sebelumnya, Gubernur VBL meresmikan beroperasinya Laboratorium tersebut ditandai dengan penggintungan pita.

Hadir Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Wagub Josef Nae Soi (JNS), Rektor Undana Prof Fred Benu, Ketua Tim Laboratorium Biomolekuler Kesmas Undana Dr Filma Inabuy, dan sejumlah undangan.

“Dengan dibangunnya Laboratorium Biomolekuler Kesmas di NTT, maka hari ini secara resmi saya resmikan Laboratorium Biomolekuler pertama di NTT. Saya ucapkan selamat dan sukses semoga Tuhan memberkati. Saya percaya ini adalah bukti kerjasama, kerja ikhlas, kerja cerdas dan keras dari seluruh masyarakat NTT dalam hal ini kepemimpinan Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat,” ujarnya.

Menkes juga menyampaikan bahwa secara nasional angka terkonfirmasi positif Covid-19 sebesar 11.01 persen. “Tentunya kita semua ingin segera melihat perubahan kasus positif di Indonesia. Hal tersebut bisa kita capai melalui tracing, testing, dan treatment yang memadai,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi seluruh sektor dengan didukung sumber daya yang memadai sehingga mampu mendeteksi seluruh kasus selanjutnya.

Ia mengapresiasi sinergi dan kolaborasi masyarakat bersama Pemprov NTT dalam meningkatkan akses pelayanan terhadap pemeriksaan spesimen swab yang tentunya melalui kedisiplinan aspek mutu. “Kerja sama yang baik terbukti berhasil meningkatkan cakupan pemeriksaan hingga melampaui pencapaian nasional yang telah di tetapkan oleh Bapak Presiden,” pungkasnya.

Sedangkan Gubernur VBL mengatakan, NTT patut bersyukur atas karya anak-anak NTT yang menghadirkan laboratorium tersebut. Ini merupakan satu-satunya laboratorium penguji pool test di Indonesia.

“Terimakasih kepada semua pihak, terutama anak-anak muda yang sudah membuat gebrakan dengan memberikan kontribusi pembuatan laboratorium pertama di Indonesia. Selain itu terimakasih juga kepada Bapak Menteri Kesehatan yang pada hari ini juga meresmikan laboratorium pertama ini,” ucapnya.

Gubernur juga mengatakan bahwa dengan tambahan laboratorium tersebut, saat ini NTT telah memiliki dua laboratorium molekuler. Sebelumnya, NTT hanya memiliki satu laboratorium molekuler yang berada di RSUD WZ Johannes, Kupang.

 
Strategi Pencegahan

 

Sementara itu, Rektor Undana Fred Benu mengatakan, Undana akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua fasilitas yang sudah disiapkan sehingga pada waktunya Rumah Sakit tersebut secara dejure berstatus sebagai rumah sakit.

“Saya punya target mungkin Januari 2021 klinik ini akan naik status menjadi rumah sakit. Kami sudah bentuk tim untuk percepatan pembahasan status klinik menjadi rumah sakit,” katanya.
Ketua Tim Laboratorium Biomolekuler Kesmas Undana Dr Filma Inabuy mengatakan, laboratorium dibuat berkat kerjasama Pemprov, Undana dan juga Forum Academia NTT.

“Laboratorium ini dibuat untuk menjaga masyarakat tetap sehat. Artinya menentukan strategi-strategi pencegahan melalui pool test. Kami rencana langsung turun di kelurahan-kelurahan Kota Kupang ini dan beberapa wilayah lainnya, terutama di daerah yang ada warganya positif Covid-19,” ujarnya.

Namun, dalam perjalanan berubah dan akan diprioritaskan untuk mengurai 3.000 sampel tes usap yang ada di RSUD WZ Johannes Kupang. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir Tim Lab memantau penyumbang terbanyak Covid-19 adalah pelaku perjalanan. (R-2/yan/ol)

 

 

Perkembangan Covid-19 di NTT
(Hingga Jumat 16 Oktober 2020)
Positif : 585 orang
Sembuh : 408 orang
Dirawat : 107 orang
Meninggal : 7 orang

Pasien Dirawat

01. Kota Kupang 78 orang
02. Ngada 43 orang
03. Manggarai 25 orang
04. Sumba Barat 18 orang
05. Flotim 12 orang
06. Alor 10 orang
07. Manggarai Barat 4 orang
08. TTS 7 orang
09. Kab Kupang 4 orang
10. TTU 3 orang
11. Sumba Tengah 2 orang
12. Nagekeo 1 orang
13. Ende 1 orang
14. Manggarai Timur 1 orang
15. Malaka 1 orang
16. Rote Ndao 1 orang
17. Belu 1 orang