Mentri Bintang Siap Kerjasama untuk Tindak Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

berbagi di:
img-20191108-wa0019

 

 

Stef Kosat

Perlindungan terhadap perempuan dan anak membutuhkan peran dan partisipasi dari masyarakat. Karena itu, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak(PPPA) menitipkan PPPA Kota Kupang kepada Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore.

Menurutnya, melalui kebijakan kepala daerah bisa mewujudkan harapan dari Kementerian PPPA untuk melindungi perempuan dan anak.

Hal ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmavati di Kelurahan Nunhila di Yayasan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) pada Jumat (8/11).

Mentru Bintang mengatakan di kemudian hari ketika ada persoalan anak dan perempuan, pihak Kementerian bisa bekerjasama dengan Pemkot Kupang dan penegak hukum supaya kasus tidak terbengkalai lama.

“Supaya para korban mendapatkan haknya dalam perlindungan hukum sehingga Kementerian PPPA memohon kerjasama semua pihak dalam melindungi perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Tanpa kerjasama antar lembaga dan pemerintah daerah maka Kementerian PPPA tidak mampu memberi perlindungan bagi perempuan dan anak-anak se-Indonesia.

Khusus persoalan kekerasan perempuan dan anak di TTS,katanya, selalu hanya mentok di urusan adat dan hukum tidak efektif sehingga tidak ada efek jera bagi pelaku. Untuk itu, ia meminta Wali Kota Kupang agar penyelesaian kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Kupang, harus ada pemilahan.

“Ada kasus yang bisa diselesaikan secara adat dan ada kasus yang harus diselesaikan secara hukum agar ada efek jera bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Sementara Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore mengatakan terkait program perlindungan bagi para perempuan dan anak-anak, maka Kelurahan Nunhila akan menjadi kelurahan contoh bagi kelurahan lainnya yang akan memberi perhatian khusus untuk mengatasi perlindungan hukum bagi perempuan dan anak-anak ketika ada persoalan hukum.

Menurutnya, orangtua juga perlu memperhatikan anak-anak dalam menggunakan gadget supaya tidak terjerumus dalam kasus pornografi.

“Kekerasan dan pelecehan perlu dicegah sedini mungkin oleh semua kita terutama dalam menggunakan smart phone,” tambahnya. (bev/ol)