Meregang Nyawa Usai Teguk Miras

berbagi di:
ilustrasi mayat
Maykal Umbu
Swingly Imanuel Kasse (28) warga RT 013 / RW 005 Kelurahan Kampung Solor, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal dunia di tempat usaha pengumpul besi tua yang berlokasi di jalan Gunung Mutis.
Korban ditemukan oleh rekannya sekitar pukul 15.30 Wita. Sebelumnya pada malam hari korban sempat mengkonsumsi miras bersama ketiga teman di rumah kerabatnya.
Abdullah Ma’ruf (28) yang merupakan pemilik usaha pengumpul besi tua kepada wartawan mengatakan korban biasanya pada malam Sabtu hingga hari Minggu selalu keluar.
“Dia (korban) bersama rekannya selalu keluar dan pada Senin pagi mereka kembali untuk melakukan aktivitas, tapi pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 Wita korban datang dengan kondisi mabuk untuk meminta uang, alasannya untuk dibelikan minuman keras. Setelah itu saya tanyakan ke istri dimana dia (korban), istri saya katakan dia sudah masuk ke dalam kamarnya,” ujarnya.
Esok hari, karena korban belum bangun ia meminta Yopi Tefa salah satu karyawan membangunkannya untuk makan siang namun korban sudah meninggal dunia.
“Biasanya mereka makan pagi, makan siang dan malam di sini. Saat Yopi ke sana dia sudah tidak bernapas lalu teriak dan melaporkan ke saya,” ujarnya.
Paman korban Darmilius Baun (40) saat ditemui VN dilokasi penemuan, mengatakan korban sudah 2 tahun tinggal di wilayah itu. Korban berasal dari Desa Kapan, Kecamatan Mollo Utara.
“Dia juga belum berkeluarga. Kemarin itu dia datang ke rumah saya tapi dalam keadaan mabuk dan membawa 1 botol miras jenis sopi yang dibeli di Kampung Solor,” jelasnya.
Ia mengatakan, korban bersama Epy Misa, Thobias Oetpah dan Yopi Tefa menegak minuman keras hingga sore hari.
“Usai menenggak miras korban pun langsung tidur di dekat rumah ayah tirinya Thobias Oetpah yang juga tidak jauh dari rumah saya. Dia tidur hingga pukul 20.00 Wita, saya juga sempat membangunkannya untuk makan malam namun dia menolak, tidak lama dia bangun kemudian langsung pergi ke tempat kerjanya,” jelasnya.
Kasus ini kemudian langsung dilaporkan ke RT setempat dan ibu kandung korban Yosefina Baun (48), lalu ke Polsek Kelapa Lima dan selanjutnya polisi melakukan identifikasi serta olah TKP.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Lima Ipda Dominggus Duran kepada VN mengatakan jenasah korban sudah dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk visum luar.
“Sesuai keterangan saksi yang kita sudah periksa, korban meninggal karena konsumsi minuman keras dan sudah terbiasa minum,” katanya.
Polisi masih akan memeriksa saksi dan jenazah akan segera diserahkan ke keluarga. (bev/ol)