Meski Menurun, Bisnis Perumahan di Tengah Pandemi Masih Positif

berbagi di:
img-20210223-wa0043

 

 

 

Sinta Tapobali

Bisnis perumahan selama masa pandemi Covid-19 cukup mengalami penurunan yang signifikan apalagi sepanjang tahun 2020 kemarin.

Namun, di tahun 2021 dalam kurun waktu dua bulan terakhir bisnis ini sudah mulai berangsur membaik, dan antusias masyarakat untuk membeli perumahan sudah kembali tinggi.

Selain itu, tahun ini pemerintah juga menambah kuota rumah subsidi dan mempermudah beberapa langkah-langkah seperti salah satunya melonggarkan uang muka hingga sampai 0%. Hal ini akan memicu dan menstimulasi perekonomian agar kembali bertumbuh.

“Saya pikir geliat dari perumahan itu sangat positif. Saat ini permintaan akan perumahan juga cukup besar ditambah adanya stimulan dari pemerintah dan pihak lainnya menjadi suatu stimulan bagi perekonomian kita membaik kembali,” ujar Ketua REI NTT, Boby Pitoby kepada VN, Selasa (23/02) siang.

Menurutnya, saat ini permintaan masyarakat akan perumahan sudah kembali membaik dibandingkan tahun lalu yang cukup menurut akibat pandemi yang berkepanjangan. Meski belum bisa dipastikan bahwa kondisi ini akan terus bertahan, namun harapannya permintaan akan perumahan subsidi di tahun 2021 akan semakin membaik dibanding tahun sebelumnya.

Di tengah pandemi saat ini para developer yang tergabung di dalam REI juga berupaya untuk tetap melakukan sejumlah strategi untuk tetap menarik minat masyarakat dalam rumah.

“Para developer kami juga merasakan dampak yang sangat kuat dari pandemi ini mulai dari penurunan tingkat daya beli. Permasalahan yang dialami para developer menjadi satu kendala baru bagi kita semua. Namun, yang dilakukan oleh para developer untuk tetap bertahan adalah melakukan pembangunan perumahan sesuai dengan permintaan. Yang dulunya ada stok perumahan yang banyak namun sekarang pembangunannya itu sesuai dengan permintaan. Ada juga strategi developer lainnya yang memberikan beberapa gimmick seperti free BPHTB atau free uang muka,” paparnya.

Terkait harga perumahan subsidi di tahun 2021, menurutnya tidak ada kenaikan dari tahun sebelumnya yakni masih di angka Rp 168 juta.

“Harga rumah tahun 2021 tidak mengalami kenaikan jadi masih tetap Rp 168 juta, sama seperti tahun 2020 untuk daerah yang berada di zona 9 khususnya wilayah NTT NTB dan Bali. Pemerintah menetapkan harga ini dikarenakan pandemi ini yang belum juga mengalami perubahan dan melihat perekonomian yang masih susah. Ini baru pertama kalinya terjadi selama 20 tahun terakhir ini,” jelas Boby. (bev/ol)