Meski Terbatas, Masyarakat Komit Bangun SMKN 1 Mbeliling Secara Swadaya

berbagi di:
Inilah hasil pembangunan swadaya SMK Negeri 1 Mbeliling oleh masyarakat sekitar. Foto: Gerasimos Satria/VN

Inilah hasil pembangunan swadaya SMK Negeri 1 Mbeliling oleh masyarakat sekitar.  Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur masih sangat memprihatinkan. Meski masyarakat setempat sudah berkali-kali mengeluhkan masalah tersebut namun belum ada jawaban dan tindakan dari pemerintah.

Masyarakat di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Komodo pun akhirnya mengambil sikap. Meski hidup dalam keterbatasan namun masyarakat setempat swadaya membangun SMAKN 1 Mbeling agar para siswa di wilayahnya bisa bersekolah dengan nyaman.

Masyarakat membangun dua ruang kelas dengan dan satu ruang guru dengan dinding bambu tanpa lantai semen. Meski sederhana, sejak Juni lalu sekolah tersebut sudah dimanfaatkan.

Guru SMKN 1 Mbeliling, Mikael Mbau kepada VN Kamis (30/8) mengatakan manajemen sekolah kejuruan masih di bawah naugan SMK Negeri Datak. Sekolah dibuka tahun ajaran 2018 dengan jumlah siswa 31 orang. 21 siswa jurusan peternakan dan 10 siswa jurusan pertanian.

“Masyarakat di Desa Cunca Lolos dengan sukarela menyerahkan tanah ulayat sebagai lokasi SMK Negeri I Mbeliling. Masyarakat juga dengan semangat membangun secara swadaya ruangan kelas untuk KBM. Bangunan terbuat dari bambu dan tiang kayu serta masih berlantai tanah,” jelas Mikael.

Mikael mengaku meski SMKN 1 Mbeliling terbilang sekolah baru, respon dari para siswa untuk melanjutkan pendidikan cukup tinggi. Bahkan para siswa dari Kecamatan Sano Nggoang, Mbeliling, Boleng dan Kecamatan Komodo pun ikut mendaftar di sekolah tersebut. Ke depan, jurusan pariwisata juga akan dibuka di sekolah tersebut sehingga para siswa tidak harus belajar ke Labuan Bajo untuk bersekolah.

Ia mengatakan saat ini SMKN 1 Mbeliling masih membutuhkan perpustakaa, listrik, dan fasilitas pendukung lainnya. Sebanyak 16 guru yang mengajar di SMK Negeri 1 Mbeliling saat ini juga masih berstatus guru sukarela.

“16 guru sukarela lagi diusahakan agar menjadi guru Komite sehingga upah nantinya bersumber dari komite sekolah,” kata Mikael.

Ia berharap pemerintah NTT bisa memperhatikan kondisi sekolah tersebut.

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Mbeliling, Sprianus Jemadu mengaku SMKN 1 Mbeliling akan melakukan pembenahan infrastruktur sekolah secara bertahap meski sangat terbatas demi kenyamanan para siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Cunca Lolos yang total memberikan seluruh daya untuk mendirikan bangunan SMKN 1 Mbeliling. (bev/ol)