Metode Pool Test lebih Menghemat Waktu dan Biaya

berbagi di:
img-20210222-wa0038

Sinta Tapobali

POOL Test PCR atau dikenal dengan tes massal PCR merupakan suatu inisiasi yang digagas Forum Academia NTT untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalah pandemi Covid-19 saat ini.

Sayangnya, meski gagasan ini telah diimplementasikan mulai dari pengadaan Lab Biokesmas Provinsi NTT sejak 16 Oktober 2020 lalu, harus diakui bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dan tujuan dari keberadaan Lab Biokesmas dan Pool Test PCR tersebut.

Ketua Tim Pool Test  Lab Biokesmas NTT, Dr Fima Inabuy mengatakan bahwa ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sistem pemeriksaan PCR secara massal atau berkelompok ini.  Dari segi waktu lebih hemat karena pemeriksaan ini bukan hanya menyasar individu saja namun juga menyasar kelompok orang dalam jumlah yang banyak dalam sekali pemeriksaan.

“Kenapa hemat waktu karena bila lakukan pemeriksaan terhadap individu maka akan makan waktu yang lama. Kalau dengan pool test maka akan hemat waktu,” jelas Fima dalam obrolan malam dengan tema Prosedur Test Massal (Pool Test) Gratis Swab PCR di Lab Biokesmas Provinsi NTT yang ditayangkan live dalam akun Facebook Forum Academia NTT, Senin (22/02) malam pada pukul 19.30-21.00 Wita.

Selain hemat waktu, dengan metode Pool Test PCR ini, juga dapat menghemat biaya terutama dalam penggunaan reagen. Satu kotak reagen yang harganya Rp 9 jutaan hanya mampu memeriksa 24 orang bila dilakukan secara individual, dengan metode pool test maka bisa dilakukan kepada 240 orang.

“Satu kotak reagen yang harganya Rp9 juta itu hanya bisa kita pakai untuk 24 orang saja kalau kita tesnya individual, tapi kalau kita tesnya secara berkelompok maka bisa menghemat hingga 10 kali lipat, jadi satu kotak reagen yang harganya Rp 9 juta rupiah itu, kini dengan metode pool kita melakukan kepada 240 orang, jadi 10 kali lipat menghemat lebih banyak dan membantu keuangan Negara yang saat ini sedang terbebani sekali dengan pembiayaan yang besar,” jelasnya.

Tes massal gratis yang dibuat oleh Lab Biokesmas Provinsi NTT bertujuan untuk mendeteksi orang-orang yang tidak bergejala tetapi membawa Covid-19. Menurutnya dari hasil tes yang dilakukan terlihat cukup banyak orang muda yang secara fisik tidak terlihat sakit, tetapi hasil qPCR menunjukkan titer virus yang tinggi.

“Ini sangat mengkhawatirkan sebab mereka ini jika berinteraksi dengan orang tua yang mempunyai  penyakit bawaan, akibatnya bisa fatal,” ujar Fima Inabuy.

Hingga saat ini sudah lebih dari 6500 sampel swab yang sudah diperiksa dengan tes PCR oleh Lab Biokesmas Provinsi NTT. Pengguna jasanya beragam, mulai dari tenaga kesehatan rumah sakit, dan puskesmas hingga keluarga. Bahkan saat ini karena peningkatan kasus yang sangat signifikan di NTT membuat Lab Biokesmas juga melayani tes PCR secara individu namun tetap lebih memprioritaskan pemeriksaan secara pool sesuai dengan tujuan awal Lab ini dibangun. (Yan/ol)