Minimal 10 Orang, Begini Alur Pool Test di Lab Biokesmas NTT

berbagi di:
img-20210222-wa0065

 

 

 

Putra Bali Mula

Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) Provinsi NTT mengajak masyarakat untuk berani melakukan test. Pemeriksaan kesehatan terkait deteksi Covid-19 dapat dilakukan baik individu maupun pool test. Terdapat prosedur yang perlu dilakukan untuk dapat ditest secara sistem pool.

Theodor Bole selaku Humas Laboratorium Biokesmas NTT dalam webinar melalui channel YouTube dan Facebook Forum Academia NTT (FAN) Senin malam (22/2) menyampaikan hal tersebut. Webinar ini bertema Prosedur Test Massal (Pool Test) Gratis Swab PCR di Laboratorium Biokesmas NTT.

Singkatnya, prosedur pool test dimulai dari kelompok atau instansi yang nantinya disebut klien perlu menyiapkan narahubung yang akan berkomunikasi dengan pihak laboratorium.

Jumlah maksimun klien tidak dibatasi namun untuk jumlah minimal yaitu sepuluh orang dalam satu kelompok maupun instansi untuk pool test ini.

Selanjutnya klien perlu membuat surat-surat pengajuan. Surat pertama ditujukan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk pemeriksaan pool test. Surat kedua ditujukan untuk dinas kesehatan kabupaten kota perihal pengambilan swab. Narahubung dari pihak klien yang ingin mengikuti pool test akan diarahkan setiap tahapannya.

Setelah itu, Lab Biokesmas akan melakukan komunikasi internal untuk follow up mengenai disposisi selanjutnya sehingga dapat dijadwalkan pengambilan swab. Klien atau instansi maupun kelompok juga perlu mengisi formulir via Google Form yang nantinya dikirim oleh Laboratorium Biokesmas NTT sebelum test dilakukan.

“Setelah sampel pemeriksaan yang diambil tiba di laboratorium juga disortir lagi apakah sudah sesuai data atau belum,” ungkapnya.

Bila telah sesuai maka dapat dilanjutkan ke proses pemeriksaan sampel.

Menurutny,a dalam kurun waktu satu hingga dua hari hasil dari pool test dapat dirilis kepada klien.

Dr. Jeffrey Jap yang juga anggota Tim Pool Test Lab Biokesmas NTT – Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dalam kesempatan tersebut ikut menanggapi prosedur yang ada.

Menurutnya, prosedur ini sederhana untuk menjaga keteraturan penyelenggaraan pemeriksaan pool test dan pertanggungjawaban ke depannya.

“Itu esensi kenapa kita perlu birokrasi,” ungkapnya.

Ia menyebut proses yang ada tetap singkat karena Dinas Kesehatan Provinsi NTT tidak perlu melakukan persetujuan atas surat yang disampaikan karena berupa tembusan. Pemeriksaan ini, kata dia, tetap dilakukan dengan efektif dan efisien secara independen.

Fima Inabuy selaku Ketua Tim Pool Test Forum Academia NTT pada kesempatan yang sama menegaskan pemberitahuan ke Dinkes Provinsi NTT melalui surat dari klien itu nantinya menjadi pertanggungjawaban penggunaan reagen untuk swab.