Misa Kembali Berlangsung dengan Protap Kesehatan

berbagi di:
img-20200705-wa0016

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Misa hari Minggu bagi umat Katolik wilayah Keuskupan Agung Kupang (KAK) kembali dilaksanakan hari ini, Minggu (5/7).

Pantauan VN, misa di Gereja St. Maria Assumta berjalan sesuai protap kesehatan yang ketat sejak pagi hingga sore hari.

Sejumlah petugas tampak berjaga di area luar gereja. Mereka bertugas mengarahkan setiap umat yang datang untuk menuju tempat cuci tangan.

Jika terdeteksi suhu di atas 37.5 derajat celcius, maka umat bersangkutan dilarang masuk dan diarahkan kembali ke rumah.

Di dalam area gereja terlihat juga sejumlah petugas yang sigap mengarahkan setiap umat ke tempat duduk yang disediakan dengan jarak maksimal yang dibatasi dengan benang.

Satu bangku panjang gereja hanya boleh ditempati empat orang umat dengan batas maksimal yang telah ditetapkan. Bahkan umat yang datang dengan suami, istri atau anak juga diminta duduk berjarak sesuai aturan.

Semua umat yang mengikuti misa tampak menggunakan masker. Pada saat pembagian komuni kudus oleh pastor maupun frater, kedua tangan umat disemprot cairan hand sanitizer oleh petugas sebeluk menerima komuni.

Usai menerima kudus, dilanjutkan dengan berkat penutup dan satu lagu penutup. Kemudian umat diarahkan untuk langsung ke luar gereja.

Saat pulang gereja pun, petugas parkir langsung mengarahkan umat untuk langsung kembali ke rumah dan tidak diperbolehkan berdoa di gua maupun ruangan adorasi.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan umat dalam satu waktu dalam situasi yang sama.

Marcel Kali salah satu umat kepada VN mengaku bersyukur karena akhirnya misa di gereja kembali dilangsungkan. Meski umat dituntut untuk mengikuti semua protokol kesehatan yang diberlakukan, namun baginya tidak menjadi suatu masalah demi kepentingan bersama.

“Tidak masalah bagi saya selama itu untuk kebaikan bersama karena ini yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk bisa mencegah virus Corona ada dalam lingkungan gereja. Ini juga dilakukan untuk mencegah timbulnya kluster baru dari tempat ibadah,” ungkapnya. (bev/ol)