MS GMIT Serahkan Santunan BP Jamsostek RP42 Juta

berbagi di:
img-20200804-wa0033

KETUA Majelis Sinode GMIT Pendeta Dr Mery Kolimon Serahkan santunan Jaminan Kematian Rp42.000.000 kepada ahli waris dari almarhum Karel Bengu, Tenaga Kerja Jemaat GMIT Pniel Manutapen,dan penyerahan kartu BP Jamsostek secara Simbolis kepada Agustin Ipi Lamarce Longgo Pekerja Informal Majelis GMIT Kota Kupang dalam acara Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan Bersama Majelis
Sinode GMIT, Kupang Selasa (4/8).

Pada kesempatan itu Mery Kolimon menguncapkan turut berduka cita yang
mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga mendapatkan ketabahan dan kekuatan bagi yang ditinggalkan. Santunan yang diberikan oleh BP Jamsostek Dapat dimanfaatkan dengan baik.

Penyerahan kartu BP Jamsostek yang diberikan kepada pekerja informal Majelis
GMIT Kota Kupang merupakan kepedulian dari BP Jamsostek untuk memberikan perlindungan kepada kami dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Santunan Jaminan Kematian yg diterima Ahli waris dari Karel Bengu Tenaga Kerja
Jemaat GMIT Pniel Manutapen menguncapkan terimakasih banyak kepada GMIT PNIEL Manutapen yang telah memberikan perlindungan dalam Program BP Jamsostek manfaatnya sangatlah membantu meringankan beban keluarga
ungkapnya.

Octovina Rosina Metboki-Nalle selaku pendeta GMIT Pniel Manutapen dalam
kesempatan yang bersamaan menyampaikan terimakasih yang luar biasa kepada BP Jamsostek, tehitung dari tahun 2017 Petugas dan seluruh pekerja Jemaat GMIT Pniel Manutapen telah terlindungi, dan sebanyak 4 ahli waris pekerja telah merasakan manfaat dari progam BP Jamsostek mulai dari jaminan kecelakaan kerja dan Jaminan Kematian telah kami terima.

Mery Kolimon mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada BP Jamsostek NTT yang telah memberikan perlindungan dan manfaat Jaminan sosial Ketenagakerjaan kepada tenaga kerja, semoga masyarakat yang bekerja baik pekerja informal maupun formal di Kota Kupang bisa terlindungi oleh Program BP Jamsostek.

Pada kesempatan yang sama Armada Kaban, Kepala BP Jamsostek NTT
mengatakan kegiatan bersama Majelis Sinode GMIT bertujuan membangun relasi emosional antara pekerja dengan BP Jamsostek NTT.

“Kami berterima kasih kepada pekerja Majelis Sinode Gmit yang telah menunjukan kepeduliannya untuk melindungi dirinya dan keluarganya dalam program BP Jamsostek, Selain itu beliau juga menuturkan bahwa setiap pekerjaan memiliki potensi resiko dan harus dikelola untuk meminimalkan dampaknya. Risiko hanyalah faktor waktu, kapan dan dimana, kita tidak tahu. Namun, kita harus mengantisipasinya. Disitulah pentingnya Jaminan sosial Ketenagakerjaan,” ungkapnya. (*/ol)