MUI Belu: Umat Islam Perlu Membersihkan Hati di Bulan Ramadhan

berbagi di:
ilustrasi ramadhan 2017

Berchmans Nahak

 

 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, NTT mengimbau agar umat Islam memanfaatkan bulan Ramadhan untuk membersihkan hati.

Hal ini disampaikan Ketua MUI Kabupaten Belu Kaliman Lamarobak dan Dewan Pertimbangan MUI Awad bin Muhammad secara terpisah kepada wartawan di Atambua, Senin (29/5).

Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Belu Awad bin Muhammad mengatakan umat Islam perlu membersihkan hati dengan memperbaiki diri dengan membina hubungan yang baik dengan sesama manusia dan lingkungan.

“Kalau selama Bulan Ramadhan tidak bersih diri, maka tidak ada nilainya menjalani bulan suci saat ini,” ujar Abba Awad, demikian ia akrab disapa.

Abba Awad mengatakan umat Islam wajib menjalankan sholat lima waktu hingga hari Idul Fitri. Selain itu, perlu menjaga kebersamaan dalam hidup beragama dan kerukunan dengan umat agama lain.

“Semua umat perlu melihat satu sama lain, saling berbagi dan menolong jika ada yang kekurangan,” kata Abba Awad.

Menurutnya, bersih diri akan membuat umat Islam bisa merubah diri, sikap dan perilaku agar berkenan di hadapan sesama dan Allah SWT.

Bagi warga pendatang, ia menghimbau agar tetap menjaga suasana dan kebersamaan sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain terutama selama Ramadhan. Abba Awad menekankan hal tersebut karena maraknya kejadian intoleransi akhir-akhir ini.

“Kami orang Belu sangat menghargai toleransi, dan akan tetap seperti itu”, tegasnya.

Sementara Ketua MUI Kabupaten Belu Kaliman Lamarobak mengatakan bulan suci Ramadhan perlu dijalani dengan baik agar umat Islam agar memperoleh pahala dan pengampunan dari Allah SWT.

Kaliman mengimbau agar umat muslim dan non muslim tetap memelihara kebersamaan, toleransi dan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini. Sehingga bisa bahu-membahu membangun Kabupaten Belu.