Mujizat Ilahhi Kembangkan 30 Ha Kelor

berbagi di:
5

 
Yunus Atabara

Gerakan kelorisasi yang digagas Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bukannya tanpa alasan. Disamping sebagai pohon lindung dan sumber penghasil udara segar yang menyehatkan, kelor memiliki kandungan gizi, vitamin dan kandungan protein yang sangat berpengaruh aspek kesehatan dan sistem kekebalan tubuh manusia.

Di Filipina, kelor disebut sebagai pohon mujizat, karena secara klinis, pohon kelor juga memiliki manfaat sebagai obat anti-biotik yang dapat memperkuat sistim kekebalan tubuh, serta memiliki nilai ekonomis. Hal itu mendorong CV Mujizat Ilahi membentuk kelompok masyarakat untuk secara mandiri mengembangkan tanaman kelor pada lahan seluas 30 hektare (ha).

“Kalau di Filipina sudah lama kelor dikenal sebagai pohon mujzat, karena manfaat kelor itu sendiri. Ini yang mendorong saya, membentuk kelompok yang terdiri dari 200 orang untuk mengembangkan kelor di atas lahan 30 hektare,” kata Marsel Ishak, Ketua Kelompok Mujizat Ilahi, kepada VN Rabu (29/5).

Marsel Ishak menuturkan, setelah Gubernur NTT menjadikan kelor sebagai salah satu programnya, ia merasa tertantang untuk mengetahui lebih jauh tentang kelor. Dimana pemeliharaan dan perawatan tanaman kelor tidak memakan biaya yang tinggi. Akan tetapi memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis.

Menurutnya, di beberapa negara, kelor mendapat julukan sebagai tanaman ajaib, karena olahan kelor dapat dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan status gizi dan memiliki komposisi kandungan yang cukup baik untuk kesehatan.

“Kalau yang saya baca di buku itu bahwa dalam 100 gram kelor, kandungan vitamin C nya setara dengan 7 buah jeruk, kandungan vitamin A nya setara 4 buah wortel dan kandungan proteinnya setara dengan 3 butir telur,” kata
Marsel Ishak, saat ditemui di sela-sela kesibukannya menyemaikan puluhan ribu anakan kelor di Kewapante.

Dalam pengembangan tanaman kelor, lanjut Marsel Ishak, kelompoknya telah menyiapkan 30 ha lahan yang terdiri dari 3 orang pemilik lahan. Miliknya sendiri ada 21 ha di Desa Kolesia, Kecamatan Magepanda, sedangkan 7 hektar di Moko Desa Hoder Kecamatan Waigete, dan sisanya di Waiara, Kecamatan Kewapante. Sedangkan secara keseluruhan anggota kelompoknya mencapai 200 orang, yang sudah lebih dari satu bulan melakukan penyemaian benih kelor yang saat ini sudah mencapai 70 ribu anak kelor yang siap tanam. Sedangkan anggota lainnya sedangkan mempersiapkan lubang untuk penanaman anakan kelor.

Terpisah Marianus Moa, pengacara di Kabupaten Sikka, yang merupakan pemilik lahan kelor yang dioleh Kelompok Mujizat Ilahi, mengatakan bahwa terobosan Gubernur NTT sangat tepat karena kelor sangat berpotensi untuk dikembangkan di NTT.

“Kalau pemerintah sudah menyiapkan pemasarannya, ini sangat berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kelornisasi. Dimana tanaman kelor selama ini hanya sebatas sayur dan tanaman pagar di kebun warga,” kata Marianus Moa.

Marianus berharap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sikka menangkap peluang ini sebagai peluang emas dalam menggerakkan masyarakat membudidayakan kelor. (nus/S-1)