Mulai Maret Ada Event Mingguan di Bendungan Raknamo

berbagi di:
foto-hal-01-headshoot-wayan-darmawa

 

 

 

Putra Bali Mula

Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi wisata yang disiapkan secara khusus.

Berbagai atraksi rutin akan digelar setiap minggu. Rencananya event ini akan dikelola atau melibatkan masyarakat lokal setempat.

“Nanti ada event mingguan yang dirilis oleh masyarakat, anak muda yang ada, seperti fashion show misalnya,” jawab Wayan Darmawa saat dihubungi VN Rabu (5/2) via telepon.

Wayan yang sedang berada di Labuan Bajo saat itu membenahi rencana akan adanya berbagai atraksi dilakukan di Bendungan Raknamo nantinya. Proses tersebut sementara dilakukan secara bertahap.

Dalam waktu dekat, sambungnya, akan dilakukan pengadaan kano sebagai salah satu sarana berolahraga di Bendungan Raknamo.

Ia menegaskan pihaknya mendorong rencana event mingguan ini dapat berjalan sesuai rencana agar menjadikan bendungan tersebut sebagai tempat wisata potensial di Kabupaten Kupang.

“Kita akan dorong untuk dilakukan setiap minggu. Malam mingguanlah. Terus nanti kita ada pengadaan kano dan sambil bertahap. Target kita adalah Raknamo menjadi destinasi wisata potensial di Kabupaten Kupang,” tegas dia.

Untuk persiapan sampai dengan saat ini, jelas Wayan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang sebagai tuan rumah dan stakeholder seperti Dinas PUPR untuk pengurusan izin, balai terkait, dan PT. Flobamor yang bertanggung jawab pada manajemen pengelolaan.

Wayan berharap manajemen pariwisata di Bendungan Raknamo dengan kerjasama yang dilakukan dengan berbagai stakeholder dapat berjalan baik.

“Ya, ada restoran yang kerjasama dengan PT. Flobamor melalui manajemen pariwisata, melalui Sasando, internasional-lah,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, menyarankan agar Pemerintah Provinsi NTT perlu mengeluarkan izin trayek angkutan ke tempat-tempat wisata baru termasuk Bendungan Raknamo.

Dengan adanya izin trayek bagi angkutan umum, kata dia, aksesibilitas untuk wisatawan luar akan lebih mudah terutama bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi.

“Contohnya (bendungan) Raknamo saja. Ini Pak Gubernur mau bangun sebagai destinasi wisata air tapi kalau orang ke sana tidak ada angkutan umum kan nanti susah. Kita perlu siapkan, terutama bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, misalnya,” ungkapnya.

Hal ini juga nantinya dapat berdampak tidak hanya terhadap bidang pariwisata tetapi dalam pemenuhan kebutuhan dan ekonomi masyarakat sekitar.

“Selain pariwisata juga memang harus kita memastikan adanya konektivitas antar daerah, antar wilayah, ada distribusi barang terutama dari daerah-daerah surplus bisa terdistribusi,” kata dia. (bev/ol)