Musim Panas Melanda, Kebakaran Kerap Terjadi Di TTU

berbagi di:
img-20200930-wa0038

 

Kapolsek Noemuti Ipda I Wayan Guna, berupaya memadamkan api di lokasi kawasan hutan wisata Oeluan, belum lama ini.

 

 

 

Gusty Amsikan
MUSIBAH kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten TTU. Kali ini, kebakaran terjadi berturut-turut di dua lokasi, yakni di Desa Oekolo, Kecamatan Biboki Moenleu dan Desa Akomi, Kecamatan Miomaffo Tengah. Sebanyak dua buah rumah warga dan empat buah dapur ludes terbakar dalam peristiwa tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU telah menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake, ketika dikonfirmasi media ini, Rabu (30/9) membenarkan pihaknya menerima laporan terkait musibah kebakaran yang terjadi berturut-turut di dua lokasi yakni di Desa Oekolo, Kecamatan Biboki Moenleu dan Desa Akomi, Kecamatan Miomaffo Tengah. Sebanyak satu unit rumah semi permanen dan satu buah dapur ludes terbakar dalam peristiwa kebakaran di Desa Oekolo dengan besaran kerugian ditaksasikan senilai Rp 12.000.000. Sementara dalam musibah kebarakan di Desa Akomi sebanyak satu unit rumah semi permanen dan tiga buah dapur ludes terbakar dengan jumlah kerugian ditaksasikan sebesar Rp 30.000.000.

Menurut Lake, pihaknya telah menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Desa Oekolo. Sementara bantuan darurat untuk masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Desa Akomi belum disalurkan karena pihaknya masih dalam proses pengadaan barang untuk tanggap darurat. Meskipun demikian, pihaknya telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi langsung. Setelah pengadaan, barulah pihalnya akan mendistribusikan bantuan kepada para korban kebakaran di Desa Akomi.

“Bantuan darurat sudah kami berikan di Oekolo. Sementara Akomi belum disalurkan bantuan karena kami masih dalam proses pengadaan barang untuk tanggap darurat. Kebetulan Oekolo duluan terjadi, setelah kami antar bantuan barulah terjadi di Akomi. Untuk Akomi setelah pengadaan barang barulah kami distribusikan bantuan daruratnya,”jelas Lake.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan yang nantinya bisa menyebabkan musibah kebakaran. Masyarakat juga diminta sigap membantu memadamkan api jika api mulai menjalar dan merambat ke pemukiman penduduk.

“Kami imbau masyarakat agar tidak membakar sembarang apalagi sekarang musim bakar kebun. Kalau ada kejadian kebakaran, masyarakat tolong membantu memadamkan api sambil menunggu BPBD turun ke sana. Kalau tidak ada yang bergerak, rumah yang semestinya terbakar sedikit saja bisa hangus semua,”pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Noemuti, Ipda I Wayan Guna mengatakan peristiwa kebakaran juga terjadi di area Hutan Wisata Oeluan, yang terletak di Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti beberapa waktu lalu. Peristiwa kebakaran tersebut diduga disebabkan karena ulah oknum tak bertanggung jawab yang sembarangan membuang puntung rokok. Akibatnya, hampir dua hektare lahan di area Hutan Wisata Oeluan terbakar. Beruntung kobaran api bisa dipadamkan dan tidak merambat ke pondok kecil yang ada di obyek wisata Oeluan dan perkebunan warga.

“Kita sedang selidiki dari mana sumber kebakaran tersebut. Kuat dugaan kebakaran terjadi karena ulah oknum tak bertanggung jawab yang sembarangan membuang puntung rokok,”jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika hendak membakar lahan kebun atau menyalakan api untuk keperluan apapun. Pasalnya, memasuki musim kemarau dan kekeringan ini, sumber api sekecil apapun bisa membesar dan mengakibatkan musibah kebakaran. (Yan/ol)