Naikkan Harga Bahan Bangunan, Polda Amankan Tiga Pengusaha

berbagi di:
img-20210408-wa0039

 

 

 

Yapi Manuleus

Kepolisian Daerah (Polda) NTT akhirnya bertindak tegas dan mengamankan tiga pengusaha yang menaikkan harga bahan bangunan di saat masyarakat menghadapi duka akibat bencana badai Seroja.

Tiga pengusaha yang dimankan tersebut yakni MM, NA dan AK. MM merupakan pengusaha yang membuka toko bangunan di Jalan Lalamentik No 47, Oebobo. NA merupakan pengusaha di Jalan Vetor Foenay RT 15/RW 05 Kelurahan Maulafa. Dan AK pengusaha di Jalan Soedirman, Kelurahan Kuanino.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, Rabu (7/4), mengatakan, para pelaku tersebut menjual bahan bangunan dengan harga yang tidak wajar. Paku payung dengan harga normal Rp27.000/kg menjadi Rp45.000/kg.

Selain itu, seng 0,20 gajah duduk harga normal Rp53.000/lembar dijual Rp68.000/lembar. Seng 0,30 Calisco harga normal Rp70.000 dijual dengan harga Rp90.000/lembar. Sementara triplex 6 mm harga normal Rp78.000/lembar dijual dengan harga Rp100.000/lembar.

Kombes Krisna mengatakan tiga pelaku tersebut diganjar dengan pasal UU Nomor 5 TAHUN 1999 Tentang Larangan Praktik monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dengan ancaman hukuman 5 bulan atau denda minimal Rp5 miliar dan maksimal Rp25 miliar.

Tidak hanya itu, tiga pengusaha tersebut juga diduga melanggar Undang-Undang nomor 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan konsumen, pasal 8 dan 9 dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara denda Rp500 juta.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memerintahkan untuk melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap toko bangunan. Gubernur VBL mengancam akan mencabut izin toko yang menaikan harga bahan bangunan di saat bencana melanda berbagai wilayah Provinsi NTT.

“Hari ini saya instruksikan Kasat Pol PP Provinsi NTT berkoordinasi bersama Polda NTT untuk melakukan sidak mulai Rabu 7 April 2021 terhadap toko penyedia bahan bangunan agar tidak menaikan bahan bangunan setelah bencana di NTT,” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL mengeluarkan instruksi tersebut sebagai respons dan antisipasi atas temuan di lapangan dan keluhan masyarakat atas kenaikan harga bahan bangunan. Gubernur VBL mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah, manakala terdapat toko penyedia bahan bangunan yang menaikan harga.

“Di samping sidak, diharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah dan dipastikan tokonya ditutup dan izinnya dicabut,” kata Gubernur VBL. (mg-25/R-2)