Nasdem Siap Dukung Pemerintah Sumba Tengah

berbagi di:
img-20190821-wa0018

 

 

 

 

Frengky Keban

Setelah menang dalam pileg tahun 2019 di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Partai NasDem memastikan siap mendukung penuh setiap program pemerintah di bawah pemerintahan Bupati, Paulus S. K Limu dan Wakil Bupati Daniel Landa. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bappilu Partai Nasdem ST, Yulius Delu Pila kepada VN di kantor DPRD ST, Rabu (21/8) siang.

Menurutnya, komitmen dukungan sudah tergambar jelas saat Paulus S. K Limu dipercayakan sebagai Ketua DPD NasDem ST.

“Kami sudah punya komitmen itu dukungan kepada Pemerintah khususnya dalam program unggulan pemerintah yakni rumah layak huni dan air bersih,”katanya.

Rumah dan air, jelas Yulius, merupakan kebutuhan dasar yang dirindukan masyarakat selama ini. Dalam satu tahun, sudah ada masyarat yang merasakan dampaknya.

“Kami akan terus berada di belakang pemerintahan sekarang apalagi hubungan dua lembaga dari kacamata saya baik-baik saja dan saling melengkapi. Kita berharap dengan program unggulan semacam ini angka kemiskinan di ST yang berada di kisaran 36 % bisa turun hingga 6 %,” katanya.

Senada dengan itu, anggota DPRD asal partai PKPI, Domisianus S. Deky mengaku ada perubahan yang diberikan selama kepemimpinan duet Bupati Paulus S.K Limu dan Wakil Bupati, Daniel Landa.

“Ada loncatan yang luar biasa selama kepemimpinan keduanya. Walaupun belum setahun tapi itu tergambar jelas dari sejumlah program maupun kegiatan yang menurut kami sudah memberikan dampak buat masyarakat di sini. Sudah 50-60 % lah majunya. Dan tentu ini adalah penilaian saya sebagai DPRD yang selalu terjun ke masyarakat dan bukan sebagai partai pengusung. Ini sudah sangat luar biasa,”katanya.

Walaupun melihat ada perubahan yang cukup signifikan dirinya mengaku visi besar keduanya harus juga diikuti oleh kerja semua pihak termasuk pimpinan OPD. Hal ini sebutnya harus dilakukan karena dirinya melihat masih banyak pimpinan opd yang belum fasih menerjemahkan visi dan misi pimpinan daerah sehingga energi besar semacam ini dipandang OPD sebagai sesuatu yang berat.

“Saya pikir perlu ada pembenahan di tataran birokrasi sehingga mimpi besar membangun ST tidak hanya sebatas Bupati dan Wakilnya saja. Tidak juga Bupati dan Wakil sudah maju beberapa langkah lain masih dibelakang. Iya harus beriringan tidak boleh sebaliknya,”tandasnya. (bev/ol)