NasDem Target 13 Kursi Dewan Provinsi

berbagi di:
nasdem

 
Partai nomor urut 5 Nasional Demokrasi (NasDem) menargetkan 4 kursi di DPRD Provinsi NTT pada Pemilu Legislatif (Pileg) pada 17 April lusa. Untuk kursi DPR RI, NasDem mematok target 4 (empat) kursi. Sedangkan Partai Golkar mematok 19 kursi, Hanura menargetkan 10 kursi, PDIP 23 kursi, sedangkan PPP menargetkan minimal 3 kursi dan maksimal 5 kursi untuk DPRD NTT.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi NTT, Alexander Ofong mengatakan, untuk DPR Pusat, dari dua daerah pemilihan di NTT, NasDem menargetkan perolehan 4 kursi. Sedangkan DPRD NTT ditargetkan perolehan 13 kursi. Sementara untuk DPRD kabupaten/kota, partai yang sedang berkuasa di NTT ini memasang target 4 sampai 8 kursi.

“Target DPW NasDem NTT, DPR RI 4 kursi, provinsi 13 kursi, kabupaten/kota 4 sampai 8 kursi sesuai jumlah kursi fraksi DPRD di masing-masing kabupaten/kota. Untuk presiden kita tetap mendukung pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada pemilu kali ini, tercatat ada sebanyak 957 orang, terdiri 608 laki-laki dan 349 perempuan yang diajukan 16 partai politik (parpol) untuk bertarung merebut 65 kursi DPRD Provinsi NTT di 8 (delapan) daerah pemilih (Dapil).

 

Figur Luar Biasa
Ketua DPD Hanura NTT Refafi Gah mengatakan itu menjawab VN, Sabtu (15/4) menegaskan bahwa DPD Partai Hanura NTT menargetkan perolehan 10 kursi di DPRD NTT dan untuk DPRD kabupaten/kota ditargetkan minimal satu fraksi.

Untuk mencapai target tersebut, demikian Gah, parpol sudah melakukan kampanye terbuka maupun door to door dan sosialisasi kepada masyarakat NTT. “Kami optimistis mendapatkan 2 kursi DPRD provinsi di Dapil 8. Karena di sana ada figur-figur kami yang luar biasa,” ujarnya. Sedangkan target perolehan kursi DPR Pusat, Gah mengatakan, partainya sudah menargetkan perolehan 4 kursi.
Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena mengatakan, sesuai hasil Rapat Golkar NTT, target perolehan kursi DPR pusat sebanyak 4 kursi, dan DPRD NTT 19 kursi. Sedangkan DPRD kabupaten/kota masing masing mencapai minimal 20 persen dari jumlah kursi di tiap kabupaten/kota.

“Target Golkar NTT hasil Rakor di Kupang, untuk DPR RI dari 3 kursi menjadi 4 kursi. Untuk DPRD provinsi dari 11 kursi menjadi 19 kursi. Khusus untuk Dapil 4 Manggarai Raya dari 1 kursi ditargetkan menjadi 2 kursi,” kata Melki.

Pihaknya optimistis mencapai target tersebut karena semua kader Golkar sudah bekerja keras untuk menang di dapil masing-masing.

Sementara PDIP, kata Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara, menargetkan 4 kursi DPR Pusat, 23 kursi DPRD NTT, dan 161 kursi di DPRD kabupaten/kota. Untuk Pilpres, PDIP optimistis Capres-Cawapres Jokowi-Ma’rus meraih 85 persen suara di NTT.
Ketua DPD PPP NTT, Zainudin Lonek mengatakan, partainya mempunyai target minimal 3 kursi dan maksimal 5 kursi untuk DPRD NTT dan 30 sampai 40 kursi untuk DPRD kabupaten/kota. Sedangkan untuk DPR RI, Lonek megaku pesimis PPP mendapatkan kursi.

Ketua DPW Partai Berkarya NTT, Anthonius Kaunang mengatakan, partainya menargetkan 8 kursi di DPRD NTT. Ia mengaku optimis tiap dapil, partainya memperoleh satu kursi.

“Kami target satu dapil satu kursi sehingga perolehan delapan kursi untuk DPRD provinsi,” kata Kaunang.

Kaunang mengatakan, target realistis kursi yang bisa diraih yakni di Dapil Manggarai Raya, Dapil TTS, Dapil Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka, dan Dapil Sumba. Sedangkan target perolehan kursi DPRD kabupaten/kota, ia mengaku target realistisnya 3 kursi. Sebelumnya, Thomas Dohu mengungkapkan total bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang diajukan oleh 16 partai politik (parpol) sebanyak 957 orang, terdiri 608 laki-laki dan 349 perempuan.

Rata-rata setiap parpol mengajukan 65 bacaleg. Jika semua bacaleg ditetapkan menjadi caleg maka mereka memperebutkan 65 kursi DPRD Provinsi NTT yang tersebar di delapan daerah pemilihan (dapil).

“Ini data (bacaleg) yang kami rekap dari setiap parpol dan setiap dapil. Jadi total bacaleg yang diajukan sebanyak 957 orang. Sekali lagi data ini adalah data pengajuan oleh parpol,” kata Thomas di Kupang, Rabu (18/7/2018) lalu. (mg-10/tnc/R-4)