Bupati TTU bersama Plan Gelar Panen Raya Hortikultura Milik Kompeni

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:36 WIB
Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan Plan Indonesia saat melakukan panen raya tanaman hortikultura di lahan Kelompok Tani Perempuan Unini, Selasa 24 Agustus 2021. Foto:Gusty Amsikan vn
Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan Plan Indonesia saat melakukan panen raya tanaman hortikultura di lahan Kelompok Tani Perempuan Unini, Selasa 24 Agustus 2021. Foto:Gusty Amsikan vn

Gusty Amsikan

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), NTT bersama Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) melakukan kegiatan panen raya tanaman hortikultura di lahan Kelompok Tani Perempuan Unini (Kompeni), di Desa Unini, Kecamatan Insana Barat, Selasa (24/8).

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati dan Wakil Bupati TTU, Juandi David-Eusabius Binsasi, Programme Implementation Area (PIA) Manager Timor Plan Indonesia, Muhammad Thamrin, serta sejumlah pimpinan OPD, Camat dan kepala desa setempat.

Programme Implementation Area (PIA) Manager Timor Plan Indonesia, Muhammad Thamrin, mengatakan kaum muda yang berperan dalam aktivitas pertanian hortikultura ramah lingkungan tersebut merupakan binaan dari proyek Green Skill 2.0 Plan Indonesia, kerja sama deKinara Nusantara sebagai mitra pelaksana. Selain itu, ada dukungan dana dari The Body Shop Indonesia dan The Body Shop United Kingdom.

-


Proyek tersebut merupakan lanjutan dari proyek Green Skill 1.0 yang telah dilakukan oleh Plan Indonesia pada tahun 2015-2018. Sehingga adanya proyek Green Skill 2.0, kaum muda terutama perempuan dapat terus mengembangkan usaha mereka di bidang wirausaha pertanian hortikultura secara organik.

Menurut Thamrin, sejak 2015, Plan Indonesia telah mengimplementasikan proyek Green Skill yang memiliki fokus pada ekonomi hijau. Melalui program Green Skill 1.0, Plan Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 500 kaum muda (80% perempuan) usia 18-29 tahun. Dari pelatihan ini, 350 orang muda telah membentuk usaha mikro individu atau kelompok hijau yang berkelanjutan.

Plan Indonesia kemudian membantu meningkatkan pendapatan kaum muda penerima manfaat hingga 58 persen, dengan potensi pendapatan sekitar Rp 4-5 juta per bulan. Selain itu, kaum muda perempuan juga termotivasi untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi dan sebagian di antara mereka mampu memberdayakan orang muda perempuan lain di desanya.

Saat ini, melalui proyek Green Skill 2.0, Plan Indonesia memberikan dukungan untuk kaum muda melalui modul Green Skill 2.0, berupa materi-materi terkait rencana usaha, dasar-dasar keuangan, pemetaan pasar, manajemen sumber daya manusia, manajemen operasional, metode hidroponik, bagaimana mengukur dampak, dan mekanisme pendanaan. Selain peningkatan kapasitas di atas, kaum muda juga didukung dengan praktik pembuatan pupuk dan pestisida organik serta penggunaan irigasi tetes. Untuk mendukung aktifitas dari anak muda, Plan Indonesia juga memberikan dukungan berupa: bantuan benih, motor air, solar pump, pipa, fiber dan selang tetes.

“Proyek Green Skill 2.0 sendiri mempunyai target 330 kaum muda di dua kabupaten, yaitu Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS). Hingga saat ini sudah 331 kaum muda yang sebagian besar adalah kaum muda perempuan (19-29 tahun) yang terlibat langsung dan melakukan wirausaha di bidang pertanian hortikultura yang ramah lingkungan atau organik,” jelas Thamrin

Bupati TTU, Juandi David, pada kesempatan tersebut mengatakan, Kerja sama yang ditawarkan Plan Internatonal Indonesia tersebut merupakan peluang berharga yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Kelompok pemuda-pemudi di Desa Unini yang tergabung dalam Kompeni harus memanfaatkan pengetahuan dan fasilitas yang telah disediakan secara baik untuk mengembangkan usaha pertanian hortikultura secara organik. Hal tersebut tentu akan memberikan manfaat yang sangat besar terutama untuk menghasilkan uang guna menopang perekonomian keluarga.

"Ini menjadi motivasi bagi muda-mudi untuk terus berupaya mengembangkan ekonomi pribadi maupun keluarga. Dalam sekali panen, kelompok ini bisa menghasilkan 40 juta rupiah. Harus berupaya minimal ada dua kali panen dalam setahun,"ungkap Juandi.

Ia juga mengajak para pimpinan OPD agar bisa mengadopsi sistem pertanian yang ditawarkan oleh Plan International Indonesia dengan membentuk dan mengembangkan kelompok tani di masing-masing desa asal. Dengan demikian, pendapatan masyarakat di desa asal masing-masing pimpinan OPD semakin meningkat. (Yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

Ini Tiga Sasaran Baru BLT yang Disalurkan Desember 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 18:47 WIB

Pengamat Desak Polri Usut Jet Pribadi Hendra Kurniawan

Sabtu, 24 September 2022 | 18:10 WIB
X