Pertumbuhan Ekonomi NTT Membaik

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 11:37 WIB
Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisila Q. Parera
Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisila Q. Parera

Kekson Salukh

Pandemi Covid-19 bukan alasan bagi Pemerintah Provinsi NTT untuk berpangku tangan. Dua tahun belakangan, tatkala covid-19 mengganas di NTT, ada langkah extraordinary yang dibuat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

NTT telah membukukan angka pertumbuhan ekonomi 4,22 persen pada triwulan kedua tahun 2021. Sebelumnya, pada triwulan I tahun 2021, NTT masuk sepuluh besar provinsi yang berkontribusi positif 0,12 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Progresivitas kinerja pembangunan NTT kian kuat, sehingga Gubernur NTT meminta para bupati, wakil bupati, wali kota dan sekda di setiap kabupaten/kota untuk terus mendorong pengembangan sektor UMKM," kata Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Q. Parera, kemarin.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menekankan, Presiden RI Joko Widodo telah mendorong gubernur, bupati dan wali kota agar UMKM khususnya pada sektor pertanian dapat disinergikan dengan lembaga-lembaga keuangan, sehingga produksinya bisa berkelanjutan dan memiliki kualitas yang baik agar masyarakat mampu serta tetap survive dalam kondisi pandemi.

Dalam kaitan itu, optimalisasi potensi sumber daya dan dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan (start up business) dan membiayai pembangunan sektor prioritas perlu dilakukan segera.

Gubernur VBL mendorong Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah serta menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

"Saya harap dengan pengukuhan tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh kabupaten dan kota, TPAKD harus mulai menggerakkan UMKM untuk bertumbuh dalam akses menuju pada industri keuangan, sehingga inklusi keuangan kita dapat dilakukan dengan baik," kata Gubernur VBL.

 

Arah Pemulihan
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dari kuartal I-2021 yang minus 0,74 persen yoy, bahkan secara tahunan pada kuartal II-2021 ekonomi kontraksi hingga minus 5,34 persen yoy.

"Triwulan II-2021 menunjukkan arah pemulihan sudah benar, strategi pemulihan sudah benar dan mulai menghasilkan dampak atau hasilnya,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani menjelaskan, pencapaian ekonomi kuartal II 2021 menunjukkan adanya momentum perbaikan ekonomi semakin terakselerasi. Hal ini tercermin dari konsumsi rumah tangga tumbuh 5,59 persen yoy, investasi 7,6 persen yoy, ekspor 31,8 persen, impor 31,2 persen yoy, dan konsumsi pemerintah 8,1 persen yoy.

Pertumbuhan ekonomi pada sektor esensial pun terpantau positif antara lain manufaktur 6,6 persen yoy, perdagangan 9,4 persen yoy, konstruksi 4,4 persen yoy, pertambangan 5,2 persen, transportasi 25,1 persen, dan akomodasi makan dan minum 21,6 persen.

Sementara Bank Indonesia mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan II 2021 mengalami pertumbuhan positif untuk pertama kali sejak merebaknya pandemi covid-19 pada awal tahun 2020, sebesar 7,07 persen (yoy).

Kinerja tersebut melanjutkan perbaikan yang telah terjadi hingga triwulan I 2021 dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak triwulan IV 2004 (7,16 persen, yoy). Pertumbuhan ini telah menyebabkan nilai PDB riil pada triwulan II telah melampaui nilai PDB riil pada triwulan IV 2019, sebelum terjadinya pandemi covid-19. (mg-10/mi/R-2)

Editor: Beverly Rambu

Terkini

Menpan RB Tjahjo Kumolo Masuk Rumah Sakit

Jumat, 24 Juni 2022 | 11:26 WIB

Artis Senior Rima Melati Tutup Usia

Kamis, 23 Juni 2022 | 20:29 WIB
X