UKW Kikis Wartawan Abal-abal

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Wasekjen PWI Pusat Suprapto Sastro Atmojo bersama para penguji dan peserta UKW angkatan ke-VII dalam kebersamaan usai acara penutupan kegiatan tersebut di Sahid-T More Hotel, Kupang, Kamis 14 Oktober. Dok.Panitia
Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Wasekjen PWI Pusat Suprapto Sastro Atmojo bersama para penguji dan peserta UKW angkatan ke-VII dalam kebersamaan usai acara penutupan kegiatan tersebut di Sahid-T More Hotel, Kupang, Kamis 14 Oktober. Dok.Panitia

Yes Bale

 

UJI Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan para pekerja pers yang berkualitas di NTT sekaligus mengikis wartawan abal-abal yang marak bermunculan belakangan ini.

Hal itu dikemukakan Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (Wasekjen PWI) Pusat Suprapto Sastro Atmojo saat menutup kegiatan UKW kerja sama PWI NTT dengan Bank NTT di Sahid-T More Hotel, Kupang, kemarin.

Menurut Suprapto, jika selama ini ada oknum-oknum yang mengaku sebagai wartawan, namun tidak menjalankan tugas-tugas kewartawanan sebagaimana mestinya, maka dengan UKW ini, diharapkan hal itu tidak akan terjadi lagi di belahan bumi Provinsi NTT.

Suprapto yang juga merupakan salah satu penguji saat pelaksanaan UKW tersebut mengatakan, pelaksanaan UKW kerja sama PWI NTT dan Bank NTT diharapkan juga bisa meminimalisir adanya keluhan dari masyarakat tentang kualitas kerja jurnalis.

PWI Pusat, kata Suprapto, sangat berterima kasih kepada Bank NTT yang sudah menyatakan kepeduliannya terhadap dunia pers yang selama ini dipahami dan dimaknai sebagai pilar keempat demokrasi.

"UKW ini adalah upaya nyata agar bisa menghadirkan karya-karya jurnalistik yang mencerahkan. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut Bank NTT yang tidak sekadar membiayai melainkan secara sadar Bank NTT sudah berkontribusi membangun sebuah peradaban kerja wartawan yang baik," kata Suprapto.

Tanggung Jawab Sosial

Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Bank NTT merasa bertanggung jawab dalam penyiapan tenaga jurnalis yang profesional di bidangnya. Apalagi, pers merupakan salah satu domain pembentuk peradaban di dunia dan juga pilar keempat demokrasi.

Dalam konteks itu Alexander Riwu Kaho menyarankan agar sebelum dilaksanakan UKW, para peserta dibekali ilmu tentang jurnalistik, sehingga para pekerja media tidak saja kompeten di bidangnya tapi memiliki pemahaman dan wawasan yang baik tentang ilmu-ilmu kewartawanan.

Apalagi menurut Alexander Riwu Kaho, saat ini, kini dan di sini tantangan dan persaingan dalam semua dimensi kehidupan sudah menghampiri. Untuk menghadapi itu semua tidak boleh berpangku tangan, tapi sebaliknya harus bekerja keras dan cerdas.

Tantangan di dunia jurnalistik pun memiliki dimensi yang tidak jauh berbeda dengan di dunia perbankan. Menghadapi dan mengelola tantangan tersebut sangat dibutuhkan lamgkah-langkah cerdas yang dilandasi pengetahuan dalam upaya menghadirkan berbagai inovasi yang profesional.

Sebelum seremoni penutupan, salah satu dewan penguji, Nurcholis MA Basyari mengumumkan, 25 peserta UKW, satu di antaranya tidak berkompeten. 20 orang kategori muda dan empat orang kategori utama dinyatakan berkompeten di bidang jurnalistik dan industri pers. Para pekerja media tersebut diuji selama dua hari oleh enam penguji dari PWI Pusat, PWI Bali dan PWI NTT. (yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

X