Empat Ruas Jalan Provinsi Dalam Kota Siap Dieksekusi

- Rabu, 3 November 2021 | 11:44 WIB
IMG-20211103-WA0013
IMG-20211103-WA0013

Maykal Umbu

 

REHABILITASI empat ruas jalan provinsi di Kota Kupang sudah melewati proses kontrak dan segera dieksekusi. Pengerjaannya menggunakan alokasi anggaran Pinjaman Ekonomi Nasional (PEN) PT SMI sebesar Rp 33 miliar lebih dari total pinjaman Pemprov NTT sebesar Rp1,03 triliun.

Keempat ruas jalan tersebut adalah Jalan HR Koroh, Jalan Amabi, dan Perintis kemerdekaan, yang termasuk di dalamnya ruas Jalan Bundaran PU, Tuak Daun Merah (TDM), Kelurahan Oebufu. (lihat Grafis)

"Ruas-ruas jalan itu termasuk dalam daftar perbaikan 77 ruas Jalan Provinsi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota dan sudah berkontrak dan siap dieksekusi," ungkap Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Maksi Nenabu kepada VN di ruang kerjanya, Selasa (2/10) petang.

-


Ditanya terkait tindak lanjut setelah kontrak, Maksi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan pematokan awal atau bahasa teknisnya "MC-0". Dan jika MC0-nya sudah sesuai, maka langsung dilanjutkan dengan pengerjaan perbaikan jalan.

MC-0 atau Mutual Check Awal merupakan kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga mendapatkan volume actual sesuai dengan kondisi real pekerjaan.

Menurutnya, dalam melakukan setiap pengerjaan proyek fisik (khususnya jalan) perlu melalui mekanisme dan prosedur sehingga sesuai dengan rencana dan hasil pekerjaan optimal. "Jadi tidak asal-asal atau buru-buru supaya hasilnya efektif dan optimal," bebernya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD NTT, lebih khusus Komisi IV sebagai mitra yang telah mendukung sehingga program pengerjaan ruas jalan provinsi dalam kota bisa direalisasi. "Program ini merupakan peran partisipasi dari semua pihak. Saya ucapkan terimakasih atas dukungan ini," Tutupnya.

-


Sejak 2020

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT Chris Mboeik yang dikonfirmasi VN, menjelaskan bahwa ruas-ruas jalan provinsi yang berada dalam wilayah Kota Kupang, sudah diusulkan sejak tahun 2020 lalu.

Namun, kata Chris, karena kondisi keuangan daerah dan refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, mengakibatkan rencana perbaikan ruas-ruas jalan tersebut tak bisa dikerjakan.

"Untuk itu, tahun ini kami dorong lagi ke badan anggaran dan akhirnya terakomodir lewat skema pinjaman daerah. Namanya pinjaman kan harus berproses panjang, dan telah disetujui untuk dilaksanakan tahun ini. Kalau tidak salah ingat, sudah berkontrak dan siap dieksekusi," pungkas Chris yang juga anggota DPRD Provinsi Dapil Kota Kupang ini.

Anggota Banggar DPRD NTT Muhammad Anshor menambahkan, ia bersama Chris Mboeik sejak tahun lalu terus mendorong agar perbaikan ruas-ruas jalan provinsi dalam Kota Kupang bisa terealisasi.

"Syukurlah, tahun ini bisa dialokasikan anggaran sebesar Rp33 miliar lebih untuk empat ruas. Khusus untuk ruas TDM, tergabung dalam kontrak ruas jalan Perintis Kemerdekaan dengan dana sekitar Rp25 miliar lebih," ujar Anshor yang juga anggota Komisi IV ini.

Untuk diketahui, Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan termasuk di dalamnya ruas Jalan Bundaran PU-TDM sepanjang 2,125 Km dikerjakan PT Hutama Mitra Nusantara. Ruas Jalan Amabi sepanjang 0,34 Km, dikerjakan PT Adinda Sinar Berlian, sedangkan ruas jalan HR Koroh sepanjang Rp 0,34 Km dikerjakan PT Timor Investama.
Sedangkan pinjaman sebesar Rp 1,03 Triliun dari PT SMI, disetujui DPRD NTT digunakan untuk pembiayaan 77 ruas jalan provinsi, 22 embung dan 17 SPAM air bersih. (Mg-21/yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

Menpan RB Tjahjo Kumolo Masuk Rumah Sakit

Jumat, 24 Juni 2022 | 11:26 WIB

Artis Senior Rima Melati Tutup Usia

Kamis, 23 Juni 2022 | 20:29 WIB
X