Kajari TTU akan Tindak Tegas Oknum yang Gelapkan Aset Daerah

- Selasa, 30 November 2021 | 15:35 WIB
Bupati, Wakil Bupati TTU dan Kajari TTU, foto bersama usai menandatangani MoU.
Bupati, Wakil Bupati TTU dan Kajari TTU, foto bersama usai menandatangani MoU.

Gusty Amsikan

 

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengamanan, penertiban dan penyelesaian masalah hukum barang milik daerah (aset) Kabupaten TTU. Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya untuk mengamankan aset milik daerah yang belum dikembalikan oleh para ASN, pensiun ASN serta oknum-oknum lain yang menggunakan aset milik Pemerintah Kabupaten TTU, baik aset bergerak maupun tidak bergerak.

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati TTU, Juandi David dan Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Roberth Jimmy Lambila. Turut menyaksikan penandatanganan MoU, Wakil Bupati TTU, Eusabius Binsasi, Ketua DPRD TTU, Hendrik Frederikus Bana, para Kepala Seksi Kejari TTU, Kepala BKAD TTU, Plt. Kepala Inspektorat TTU, Kepala Bapelitbangda TTU serta sejumlah pimpinan OPD.

Kejari TTU, Robert Jimmy Lambila, kepada VN Selasa (30/11), mengatakan untuk menindaklanjuti penandatanganan MoU tersebut, pihaknya akan segera membentuk Tim Satuan Tugas yang terdiri dari Kejari TTU, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) TTU, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Inspektorat TTU serta Satpol PP, untuk melaksanakan pengamanan aset milik Kabupaten TTU. Tim yang terbentuk akan melakukan inventarisasi masalah ringan, sedang, berat, dan menyusun rencana dan langkah-langkah strategis untuk mengamankan aset-aset daerah yang ada.

Roberth menargetkan tim yang terbentuk akan mengamankan aset-aset milik daerah dalam kurun waktu 3 bulan. Para pihak yang masih memanfaatkan atau menggunakan aset milik Pemda TTU harus segera mengembalikannya. Pasalnya, perbuatan dengan sengaja menguasai barang milik negara untuk menjadi kekayaan diri sendiri, merupakan tindakan korupsi.

Menurut Roberth, kepercayaan yang diberikan Pemda TTU kepada Kejaksaan untuk membantu penanganan, penertiban, dan pengamanan aset daerah, dianggap perlu untuk di jalankan. Pihaknya akan menindak tegas para pihak atau oknum-oknum yang tidak mau mengembalikan dan masih bertahan menggunakan aset-aset daerah tersebut.

"kepada semua pihak yang masih menggunakan aset milik daerah, baik itu kendaraan bermotor atau tanah, segera untuk dikembalikan karena saya tidak main-main dan saya akan tindak tegas,"pungkasnya.

Sementara itu, Bupati TTU, Juandi David, mengatakan pihaknya sangat berterimakasih kepada Kejari TTU atas terjalinnya kerjasama sama dalam pengamanan barang (aset) milik daerah dimaksud. Langkah tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengamankan aset milik daerah yang belum dikembalikan oleh para ASN, pensiun ASN serta oknum-oknum lain yang menggunakan aset milik pemerintah kabupaten TTU, baik itu aset bergerak maupun tidak bergerak.Melalui kerja sama tersebut, semua aset milik Pemkab TTU yang masih di pegang oleh oknum-oknum tertentu dapat diamankan.

"Selama ini banyak aset-aset yang tidak terkontrol dan dibawa oleh oknum ASN dan pensiunan ASN. Karena takut untuk diambil kembali, jadinya aset-aset itu dibawa hilang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,"pungkas Juandi. (Yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

X