Politeknik eLBajo Commodus Kunjungi Redaksi Victory News 

- Rabu, 1 Desember 2021 | 14:15 WIB
IMG_20211201_151405
IMG_20211201_151405

Kekson Salukh

Politeknik eLBajo Commodus melakukan kunjungan silahturahmi ke kantor redaksi harian umum Victory News, di Jalan CHR. Mooy nomor 17A, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur. Rabu, (1/12) siang.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Jurusan Teknologi Informasi sekaligus Mewakili Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Ondi Asroni didampingi PIC Program Menara Vokasi, Fitri Ciptosari, dan Humas & Kerjasama, Yulian Pauli diterima langsung Pelaksanaan Tugas Pemimpin Redaksi VN, Emmy Samira Sungkar.

Turut hadir Redaktur Pelaksana, Maria Mamulak, HRD Victory News Ketty Zacharias, Manager Marketing Fifi Rea, Redaktur Online Beverly Rambu, dan wartawan Victory News Kekson Salukh.

Staf Humas dan Kerjasama Politeknik eLBajo Commodus, Yulian Pauli mengatakan kunjungan tersebut untuk memperkuat kemitraan yang sudah terbangun selama ini antara Politeknik eLBajo Commodus dengan Victory News dalam sisi pemberitaan.

Menurut Yulian, peran media massa saat ini sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kebutuhan pendidikan advokasi di era saat ini sangat penting. Karena, lembaga pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan yang bisa terserap di dunia kerja tetapi mampu menciptakan lapangan kerja.

"Terima kasih Victory News di Labuan Bajo sudah sangat membantu, dan mendampingi kami dari sisi publikasi sehingga membantu mengedukasi masyarakat tentang manfaat dari memilih pendidikan vokasi yang mendorong anak muda untuk mengangkat potensi lokal dengan SDM lokal, " pintanya.

Ia menambahkan, Politeknik eLBajo Commodus memiliki enam program studi yakni Program Studi Inti Pariwisata D-IV Ekowisata, D-III Perhotelan, D-IV Pengelolaan Perhotelan, didukung Program Studi Pendukung Pariwisata yaitu D-III Teknologi Informasi, D-IV Akuntansi Perpajakan, dan D-IV Manajemen Pemasaran Internasional.

PIC Program Menara Vokasi Fitri Ciptosari menjelaskan Politeknik eLBajo Commodus merupakan salah satu dari lima Politeknik yang dipercayakan untuk menjalankan program Menara Vokasi yang dinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Program Menara Vokasi ini bertujuan meningkatkan SDM warga lokal yang mumpuni agar lebih berkompeten mengikuti perkembangan di daerah.

Program Menara Vokasi ini, menurut dia, diselenggarakan dalam berbagai kegiatan diantaranya kegiatan self-assessment dari Satuan Pendidikan Vokasi, Focus Group Discussion (FGD) dan pembentukan akselerator daerah (Komite Vokasi Daerah), serta Gebyar Menara Vokasi sebagai puncak rangkaian kegiatan Menara vokasi.

Kegiatan FGD yang dilakukan, lanjutnya, guna membangun kesepahaman dan keselarasan konsep dari semua pihak bahwa prioritas pembangunan pariwisata sejatinya adalah membangun manusia yang siap, terampil, dan berdaya saing.

“Penguatan SDM lokal perlu dilihat sebagai agenda kerja prioritas dalam mendorong kekuatan dan kemampuan pembangunan ekonomi lokal. SDM lokal sebagai motor penggerak industri,” kata dosen Ekowisata Politeknik eLBajo itu.

Selain itu, lanjut Fitri, potensi dari satuan pendidikan vokasi dipahami dan dilihat sebagai katalisator dalam upaya membangun kualitas SDM unggul dan terampil sesuai dengan perkembangan perekonomian di daerah.

Pengembangan kompetensi pendidikan vokasi diarahkan untuk mengatasi problem kualitas SDM dalam kaitannya dengan penyerapan tenaga kerja dan terutama sebagai penggerak peningkatan kegiatan roda perekonomian.

Keberadaan satuan pendidikan vokasi di Manggarai Barat diharapkan menjadi solusi ketersediaan SDM handal dan terbentuknya hubungan harmonis dan sinergis antar penghasil SDM dan penggunanya, yakni  Daerah, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dan masyarakat.

“Keselarasan yang terjalin melalui link and match inilah yang kemudian menjadi kekhasan sekaligus kekuatan dari pendidikan vokasi, Perguruan Tinggi Vokasi dan SMK,” ujarnya.

-


Fitri menuturkan, ada indikasi tidak terserapnya tenaga kerja atau lulusan pendidikan vokasi tidak hanya disebabkan kurangnnya lapangan kerja, namun dipicu adanya kesenjangan dalam berbagai hal antara pendidikan dan dunia kerja.

Kesenjangan tersebut meliputi empat dimensi yaitu kompetensi, kualitas, komunikasi, dan kerja sama. “Link and match adalah kunci terbangunnya kemitraan yang solid dan strategis antara pendidikan vokasi dengan dunia kerja,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan vokasi perlu didukung kerjasama lintas sektor.

"Guna menjembatani dan memperkuat kemitraan pendidikan vokasi dengan dunia kerja, maka perlu difasilitasi kegiatan konsinyering kebijakan yang melibatkan multi pihak dalam mengatasi ketidakterserapan tenaga kerja, termasuk kesenjangan kompetensi, kualitas, komunikasi dan kerjasama antara pendidikan vokasi dan DUDI. Kebijakan menjadi pendukung ekosistem dan support system bagi penciptaan SDM unggul,” katanya.

Selain  itu, menguatkan ekosistem kemitraan melalui pembentukan format rintisan kemitraan ‘Komite Vokasi Daerah’ antara Pemerintah Daerah, Satuan Pendidikan Vokasi, DUDI (Industri Besar, UMKM, Bumdes), komunitas, dan media massa.

“Format rintisan sebagai vocal point ini diharapkan akan berperan sebagai pengikat keharmonisan kemitraan dan dapat berkembang untuk mengembangkan potensi wilayah secara berkesinambungan,” pungkasnya.


Pelaksana Tugas Pemred Victory News, Emmy Samira Sungkar mengatakan, VN sebagai media massa lokal di provinsi NTT terus mendukung program pendidikan vokasi di NTT melalui pemberitaan yang mengedukasi masyarakat. (bev/ol)

Editor: Beverly Rambu

Terkini

X