Dinas Kesehatan SBD Gencar Lakukan Fogging

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 14:41 WIB
Salah satu staf Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, Provinsi NTT, saat melakukan fogging di rumah warga, Sabtu 18 Desember 2021. Foto: Frengky Keban vn
Salah satu staf Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, Provinsi NTT, saat melakukan fogging di rumah warga, Sabtu 18 Desember 2021. Foto: Frengky Keban vn

Frangky Keban 

Di tengah maraknya kasus DBD di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, yang cukup masif hingga menewaskan beberapa warga, Pemerintah Kabupaten melalui dinas Kesehatan mulai gencar melakukan Fogging di wilayah yang menjadi sentra kasus positif DBD seperti di wilayah Kataparoro dan Kelurahan Langgalero, Sabtu (18/12) pagi hingga siang.

Pantauan media ini, pelaksanaan fogging yang dilakukan para staf dinas Kesehatan ini nyatanya menarik perhatian warga sekitar. Pasalnya, kehadiran mereka tidak hanya menyemprot saja tapi melakukan edukasi dan peringatan dengan pengeras suara seadanya. Para penghuni rumah pun diminta meninggalkan rumahnya sementara waktu di saat fogging dilakukan.

Kepada VN, staf Bidang P2 pada Dinas Kesehatan, Jimi Karso mewakili Kepala Dinas Kesehatan SBD, drg. Yulianus Kaleka mengaku bahwa kegiatan fogging ini sendiri sudah dilakukan secara intens di sejumlah titik di sekitar wilayah sentra Kasus DBD dan hari ini menyasar ke Kataparoro hingga wilayah kelurahan Langgalero.

"Semua sudah kami buat bahkan di toko-toko sampai pada sekolah-sekolah yang ada di wilayah sini. Tujuan kita tentunya untuk pengendalian nyamuk dewasa sekalian kita edukasi kepada masyarakat untuk lakukan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) sembari membagi obat abate kepada warga,"tambahnya.

Saat ditanya soal penyebab dibalik maraknya kasus DBD, dirinya sebagai petugas lapangan menyebut kondisi lingkungan rumah dan sekolah yang tidak kondusif. Dirinya mencontohkan saat munculnya kasus pertama di TK Marsudirini, pihak Penyelidikan Epidemiologi (PE) dari puskesmas dan Dinas menemukan ada genangan air yang membuat potensi digigit nyamuk itu sangat besar.

"Kebetulan di belakang itu ada bak air yang tidak pernah dipakai. Tergenang saja. Kesimpulannya bahwa ada potensi itu. Sehingga saat tahu ada kasus kami segera lakukan fogging di sana,"katanya. (Yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

DPRD Malaka Sudah Laporkan LHKPN Tahun 2021

Senin, 17 Januari 2022 | 21:42 WIB

Kapolda NTT Perintahkan Anak Buahnya Koreksi Diri

Senin, 17 Januari 2022 | 13:21 WIB

Jadwal Tahapan Pilkada 2024 masih Kabur

Senin, 17 Januari 2022 | 09:06 WIB

Politik Bukan Hal Tabu bagi Perempuan

Jumat, 14 Januari 2022 | 20:15 WIB

DPRD Minta KPUD Hitung Ulang Anggaran Pilgub NTT

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:30 WIB

Anggaran Pilgub NTT Rp798 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:36 WIB

Fantastis, Dana Pilgub NTT Capai Rp486 Miliar

Kamis, 13 Januari 2022 | 15:36 WIB

BPK Serahkan LHP Kepada Pemprov NTT

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:49 WIB
X