Sandi Uno : Jalan Rusak Lembor-Waerebo Sulitkan Wisatawan

- Minggu, 19 Desember 2021 | 09:00 WIB
IMG-20211218-WA0062
IMG-20211218-WA0062

Putra Bali Mula

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebut akses jalan Lembor, Nangalili dan Waerebo perlu perbaikan.

Aksesibilitas yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke destinasi wisata yang ada di NTT terutama yang mendukung Labuan Bajo sebagai wisata super prioritas.

Hal tersebut disampaikan Sandi secara virtual dalam webinar yang diselenggarakan Pos Kupang, Tribunnews dan Pemerintah, Provinsi NTT dalam rangka memperingati hari ulang tahun Provinsi NTT ke-63.

Acara bertema "Mengembangkan Pariwisata Modern di NTT" berlangsung pada Jumat (17/12) melalui kanal virtual milik Tribunnews.

Ia juga bercerita bagaimana merasakan kesulitan menghadapi akses jalan yang rusak itu ketika melakukan kunjungan kerja ke NTT.

"Maka perlu kita mendukung pembangunan infrastruktur apalagi setelah dari Labuan Bajo lalu Lembor ke Nangalili dan Waerebo yang sedikit menyulitkan pengunjung," tukasnya.

Wagub NTT Josef Nae Soi, pada kesempatan yang sama menjamin jalan provinsi wilayah NTT akan selesai tahun 2022 dan mendukung semua akses utama ke destinasi pariwisata.

Menurutnya, ada 1.650 km jalan yang rusak parah saat ia dan Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Gubernur NTT memimpin. Pada  2022 pekerjaan jalan rusak akan diselesaikan. Ia bahkan menyebut jalan yang akan diselesaikan ini dijamin memenuhi standar jalan yaitu bahu jalan dan item lainnya.

Pengerjaan jalan ini merupakan bagian dari aksesibilitas pariwisata dalam mendukung ekonomi dan berbagai sektoral lainnya.

Dalam keterkaitan dengan pariwisata, kata dia, Pemerintah NTT menggunakan pendekatan atraktif yang modern dan semua hal kultural, akomodasi yang mendukung ekonomi lokal, amenities terkait kenyamanan dan kebersihan, aksesibilitas baik aktif dan pasif.

"Digitalisasi masih sangat kurang memang walaupun jalur optik lewati NTT tetapi kami pahami ini digunakan untuk ke seluruh Indonesia," sambung dia.

Menurutnya, pariwisata NTT perlu mendapatkan dukungan infrastruktur terutama daerah yang mendukung pariwisata super prioritas. Labuan Bajo, sebut dia, menjadi lokomotif pariwisata bagi daerah atau wilayah di sekitarnya yang mana pada 20 di 2022 dan Asean Summit di 2023 juga di lokasi itu.

Selain infrastruktur, ia menyebutkan banyak atraksi budaya lainnya yang ada di NTT dapat didukung keberlangsungannya dengan rantai pasok yang memadai.

Pengerjaan jalan di NTT ini, kata dia, menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp1,5 trililun untuk pembangunan infrastruktur di 2021 ini.

"Seluruh jalan provinsi NTT pada 2022 sudah selesai karena sudah targetnya seperti itu. Sudah ada anggaran yang kami pinjam dari PT. SMI. Jadi beri kami waktu setahun lagi untuk selesaikan itu," tambah dia.

Anggota Komisi X DPR RI l, Andreas Hugo Pareira, dalam kesempatan yang sama menyampaikan ekopariwisata NTT adalah lingkup luas seperti konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, apresiasi budaya lokal yang perlu didukung dengan jalan, transportasi, ketersediaan listrik, air bersih, fasilitas kesehatan dan jangkauan sinyal.(bev/ol)

Editor: Beverly Rambu

Terkini

Begini Tuduhan Ferdy Sambo ke Brigadir J

Jumat, 9 Desember 2022 | 00:39 WIB
X